Antisipasi Paparan Ekstremisme, Pemprov Sumbar Perkuat Rujukan Perlindungan Anak

Penulis -

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Deputi Deradikalisasi BNPT sekaligus Direktur Idensos Densus 88 AT Irjen Pol Arif Makhfudiharto dan Direktur YPP Khariroh Maknunah di Istana Gubernuran, Senin (14/9/2026). (Foto: Adpsb)

Pertemuan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Deputi Deradikalisasi BNPT sekaligus Direktur Idensos Densus 88 AT Irjen Pol Arif Makhfudiharto dan Direktur YPP Khariroh Maknunah di Istana Gubernuran, Senin (14/9/2026). (Foto: Adpsb)

Padang, Javanusa—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat sistem perlindungan anak dengan membangun mekanisme rujukan terpadu bagi Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK).

Langkah ini juga menyasar anak yang terdampak atau terpapar jaringan kekerasan ekstremisme. Sistem rujukan nantinya menghubungkan proses deteksi awal dengan layanan perlindungan, pemulihan, rehabilitasi, hingga reintegrasi.

Pembahasan penguatan sistem tersebut berlangsung dalam pertemuan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Deputi Deradikalisasi BNPT sekaligus Direktur Idensos Densus 88 AT Irjen Pol Arif Makhfudiharto dan Direktur Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP) Khariroh Maknunah. Pertemuan berlangsung di Istana Gubernuran, Senin (14/9/2026).

Keluarga dan Sekolah Jadi Garda Awal

Gubernur Mahyeldi menilai perlindungan anak harus berawal dari lingkungan tempat mereka tumbuh. Keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam pendidikan, pembinaan, pengawasan, serta pendampingan.

“Anak-anak kita harus mendapatkan lingkungan yang baik, baik di keluarga maupun di sekolah. Karena itu, perhatian dan pengawasan terhadap tumbuh kembang anak harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, perkembangan teknologi turut menghadirkan tantangan baru dalam perlindungan anak. Akses yang semakin luas terhadap platform digital membuat anak lebih rentan terhadap berbagai pengaruh negatif.

Karena itu, pemerintah bersama keluarga dan sekolah perlu memperkuat langkah pencegahan. Upaya tersebut penting agar anak tidak mudah terpapar paham atau jaringan yang dapat mengganggu perkembangan dan masa depannya.

Skrining Pelajar SLTA di 10 Kabupaten/Kota

Sebagai bagian dari deteksi dini, Pemprov Sumbar kini melakukan skrining terhadap peserta didik jenjang SLTA di 10 kabupaten/kota.

Mahyeldi berharap hasil skrining dapat membantu pemerintah mengidentifikasi potensi persoalan sejak awal. Temuan tersebut kemudian dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk pendampingan dan layanan yang tepat.

Baca Juga :  Kelangkaan Solar di Sumbar Dilaporkan ke Danantara, Dirut Pertamina Patra Niaga Segera Dipanggil

“Deteksi dini penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana setelah ditemukan ada persoalan, anak mendapatkan pendampingan dan layanan yang sesuai. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus kita perkuat,” katanya.

Pemprov Sumbar juga menyatakan dukungan terhadap mekanisme rujukan AMPK yang terintegrasi. Mekanisme tersebut mencakup identifikasi, asesmen, perlindungan, pemulihan, rehabilitasi, hingga reintegrasi anak ke keluarga dan lingkungan sosial.

Penguatan sistem ini sejalan dengan implementasi Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAD PE) Sumbar. Langkah tersebut juga mendukung RAN-PE Fase Kedua Tahun 2026–2029.

BNPT dan Densus 88 Dorong Kolaborasi

Deputi Deradikalisasi BNPT sekaligus Direktur Idensos Densus 88 AT Irjen Pol Arif Makhfudiharto mengatakan penanganan AMPK membutuhkan kerja bersama.

Menurutnya, BNPT dan Densus 88 AT tidak dapat menangani persoalan tersebut secara mandiri. Pemerintah daerah, sekolah, keluarga, lembaga layanan, dan pemangku kepentingan lain perlu terlibat dalam setiap tahapan penanganan.

“Yang kita bangun adalah mekanisme rujukan, mulai dari identifikasi, asesmen, intervensi, perlindungan, pemulihan, rehabilitasi sampai reintegrasi. Semua itu membutuhkan sinergi lintas sektor,” ujar Irjen Pol Arif.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena kebutuhan setiap anak dapat berbeda. Pendekatan yang terpadu memungkinkan proses intervensi berlangsung sesuai kondisi dan kebutuhan anak.

Kepentingan Terbaik Anak Jadi Prinsip Utama

Direktur YPP Khariroh Maknunah menegaskan penguatan mekanisme rujukan harus tetap berorientasi pada kepentingan terbaik anak.

Anak yang membutuhkan perlindungan khusus, menurutnya, perlu memperoleh pendampingan dan layanan berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Ia juga menilai kolaborasi pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan. Aparat penegak hukum, sekolah, keluarga, lembaga layanan, dan masyarakat sipil juga perlu mengambil peran.

Baca Juga :  Satpol PP Padang Tertibkan PKL di Pasar Raya Barat, Jalan Dibuka untuk Akses Revitalisasi

Dengan koordinasi tersebut, Sumbar menargetkan sistem perlindungan anak mampu memperkuat pencegahan dan deteksi dini. Sistem itu juga diharapkan mendukung perlindungan, pemulihan, serta reintegrasi anak secara tepat dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kasatgaswil Sumbar Densus 88 AT Kombes Pol Jim Berlian Birnes, S.I.K.; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumbar Mursalim; Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sumbar Herlin.

Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar Habibul Fuadi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar Syaifullah, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar dr. Aklima. (*)

Berita Terkait

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru