Lalu, pengakuan dan pelestarian budaya lokal, dokumentasi dan perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan teknologi etis, komunitas dan dukungan sosial, serta kesehatan mental.
Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri menyampaikan pengembangan substansi keilmuan bidang antropologi itu adalah bahagian yang secara akademik merupakan tanggung jawab bersama.
Selain itu, ia juga mengungkapkan ada satu tantangan yang dirasakan terutama dari kalangan perguruan tinggi yang menerima mahasiswa dari berbagai jalur khususnya Departemen atau Prodi Antropologi.
“Melalui kurikulum merdeka siswa tidak lagi diukur kompetensinya terkait apa yang dipelarinya ketika di SMA atau sederajat, mereka tidak lagi terikat jurusan IPS mesti memilih Soshum akan tetapi boleh lintas jurusan yang dikenal dengan merdeka bertanggung jawab,” pungkasnya. (*/jn01)






