Ia menjelaskan, ada 212 juta masyarakat terhubung dengan internet, medsos 167 juta penguna dari berbagai platform seperti Facebook, Instagram, WA. Artinya saat ini setiap orang bisa mengikuti perkembangan yang terjadi betul-betul realtime.
Selain itu, ia menyampaikan lebih dari 34 persen remaja memiliki masalah mental, sebagian sudah pada taraf gangguan mental dan ini merupakan dampak teknologi digital terhadap kehidupan sosial budaya.
“Problem saat ini kita belum punya mekanisme yang handal untuk menangani masalah ini semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hilmar mengungkapkan dari 34 % itu hanya 2,6 % yang mendapatkan layanan konseling. Padahal masalah ini terus bertambah setiap harinya tetapi belum punya mekanisme yang efektif untuk menangani persoalan yang muncul.
Ia berharap seminar ini bisa membahas lebih mendalam, membuka percakapan terkait langkah-langkah strategis.
Hilmar mencoba berkontribusi dengan menyampaikan beberapa list strategi kebudayaan diantaranya perlu ada pendidikan universal terhadap teknologi digital, termasuk literasi media menghadapi hoax, propaganda dan disinformasi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






