Ia menambahkan, pada tahun 2022, angka kemiskinan di Kabupaten Pasaman Barat masih tercatat sebesar 6,93 persen, atau setara dengan 32.910 jiwa. Meski demikian, jumlah penduduk yang rentan miskin jauh lebih besar dari itu.
Risnawanto menjelaskan berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Tahun 2022 terdapat 30.084 keluarga, atau setara dengan 146.145 jiwa, tersebar pada desil 1-4, yang merupakan sasaran program penanggulangan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di daerah.
Angka ini termasuk keluarga yang sangat miskin dan keluarga yang rentan miskin karena berbagai masalah seperti kekerasan, pailit, bencana, atau karena besarnya tanggungan, seperti anak-anak usia pra-sekolah dan lansia.
Ia mengungkapkan masih banyak kendala yang dihadapi dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pasbar.
Seperti kurangnya sinkronisasi dan sinergitas, belum seragamnya basis data yang digunakan, kurangnya pemantauan dan evaluasi terhadap program penanggulangan kemiskinan.
“Untuk itu, melalui rapat koordinasi ini apa yang menjadi kendala bisa diatasi. Sehingga kemiskinan ekstrem bisa diatasi di Pasbar,” tutur Risnawanto. (*/jn08)
Halaman : 1 2






