Awasi Kualitas Makanan Secara Real-Time, BGN Luncurkan Aplikasi Reviu MBG

Penulis -

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan aplikasi “Reviu MBG” untuk memperkuat pengawasan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara langsung dan real-time di lapangan.

BGN menghadirkan aplikasi tersebut guna meningkatkan awareness, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan seluruh pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengawas gizi, serta mitra penyedia MBG di berbagai daerah.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan aplikasi Reviu MBG memungkinkan penerima manfaat memberikan penilaian langsung terhadap makanan yang diterima setiap hari.

“Pagi ini kita meluncurkan sebuah aplikasi namanya Reviu MBG. Aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan awareness perhatian yang sungguh-sungguh pada seluruh SPPG, pengawas gizi, dan mitra,” ujar Sony, Senin (26/5/2026).

Penilaian Langsung oleh Penerima Manfaat

Dalam implementasinya, BGN menunjuk para PIC (Person In Charge) penerima manfaat untuk menggunakan aplikasi tersebut. PIC terdiri dari guru sekolah, kepala posyandu, hingga pengurus pondok pesantren yang menerima distribusi MBG.

Melalui aplikasi itu, para PIC dapat memberikan penilaian berdasarkan empat parameter utama. Penilaian meliputi ketepatan waktu distribusi makanan, aroma makanan, rasa makanan, serta variasi menu dibandingkan hari sebelumnya.

Menurut Sony, sistem penilaian berlangsung langsung saat makanan diterima penerima manfaat. Cara itu dinilai mampu mempercepat proses evaluasi sekaligus meningkatkan objektivitas pengawasan.

“Ketika makanan datang, langsung dinilai apakah datang tepat waktu atau tidak, aromanya wajar atau tidak, rasanya baik atau tidak, dan apakah menunya variatif dibanding hari sebelumnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil penilaian tersebut nantinya menjadi indikator evaluasi atau Key Performance Indicator (KPI) bagi masing-masing SPPG.

Fokus Bangun Budaya Evaluasi dan Peningkatan Kualitas

BGN berharap sistem evaluasi berbasis penerima manfaat dapat mendorong seluruh pelaksana program lebih serius menjaga kualitas MBG. Selain itu, sistem ini juga diharapkan mampu meminimalisir potensi kejadian menonjol terkait konsumsi makanan.

Baca Juga :  Dukung Stabilitas Harga BBM, Gubernur Mahyeldi Instruksikan ASN Sumbar Hemat Energi

“Dengan adanya penilaian ini, kami berharap awareness seluruh pelaksana semakin meningkat sehingga kejadian-kejadian menonjol terkait konsumsi MBG tidak terulang kembali,” kata Sony.

Meski demikian, Sony menegaskan aplikasi Reviu MBG belum digunakan sebagai dasar pemberian sanksi kepada SPPG pada tahap awal implementasi.

Menurut dia, fokus utama BGN saat ini membangun budaya evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan secara bertahap.

“Belum ada sanksi. Saat ini fokusnya awareness dulu. Kalau awareness sudah meningkat, diharapkan tidak perlu sampai ada sanksi,” ujarnya.

Dashboard Pemantauan Akan Dibuka untuk Publik

BGN juga memastikan aplikasi tersebut belum melibatkan lembaga eksternal seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. Sebab, sistem ini berfokus pada penilaian langsung terhadap makanan yang diterima penerima manfaat.

Selain itu, BGN tengah menyiapkan dashboard pemantauan yang nantinya dapat diakses masyarakat. Dashboard tersebut akan menampilkan tingkat ketepatan distribusi dan kualitas MBG di berbagai wilayah.

“Insya Allah dua minggu ke depan masyarakat sudah bisa melihat prosentase keterlambatan, prosentase aroma baik atau tidak baik melalui dashboard,” ujar Sony. (*/red)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru