Pendaftaran Calon Anggota Majelis Masyayikh Dibuka 1–10 Juni 2026, Ini Syarat Lengkapnya

Penulis -

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota AHWA pada seleksi bakal calon anggota Majelis Masyayikh masa khidmat 2026–2031. (Foto: Ist/Kemenag)

Anggota AHWA pada seleksi bakal calon anggota Majelis Masyayikh masa khidmat 2026–2031. (Foto: Ist/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Seleksi bakal calon anggota Majelis Masyayikh masa khidmat 2026–2031 resmi dimulai. Pendaftaran dibuka pada 1–10 Juni 2026.

Proses seleksi ini diselenggarakan oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Kementerian Agama menegaskan bahwa proses ini berjalan sesuai ketentuan resmi.

Majelis Masyayikh berfungsi sebagai lembaga representatif Dewan Masyayikh. Lembaga ini menjaga mutu pendidikan pesantren. Selain itu, lembaga ini memastikan kekhasan, kemandirian, dan tradisi akademik pesantren tetap terjaga dalam sistem pendidikan nasional.

Struktur dan Tugas AHWA

Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) bertugas memilih anggota Majelis Masyayikh. Tim ini dibentuk melalui KMA Nomor 609 Tahun 2026. AHWA terdiri dari sembilan orang dengan unsur pemerintah dan asosiasi pesantren.

Susunan anggota AHWA adalah sebagai berikut:

    1. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag. (unsur pemerintah)
    2. Maskuri, M.Ed. (unsur asosiasi pesantren)
    3. Muhammad Nilzam Yahya, M.Ag. (unsur asosiasi pesantren)
    4. Agus Muhammad (unsur asosiasi pesantren)
    5. KH. Miftah Faqih, M.A. (unsur asosiasi pesantren)
    6. Daden Abdullah Muhamad Syakir, S.IP., M.Ag. (unsur asosiasi pesantren)
    7. H. Achmad Roziqi, Lc., M.H.I. (unsur asosiasi pesantren)
    8. H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. (unsur asosiasi pesantren)
    9. Muhammad Ulin Nuha, Lc. (unsur asosiasi pesantren)
Komitmen Transparansi dan Objektivitas

Ketua AHWA KH. Miftah Faqih menyampaikan pemilihan anggota Majelis Masyayikh sangat penting. Ia menegaskan proses harus objektif, transparan, dan akuntabel.

“Majelis Masyayikh berperan strategis sebagai lembaga mandiri. Lembaga ini menyusun sistem penjaminan mutu pendidikan pesantren. Karena itu, seleksi harus berjalan sesuai aturan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Prinsip Seleksi dan Petunjuk Teknis

Sekretaris AHWA KH. Achmad Roziqi menjelaskan seleksi mengacu pada Juknis resmi. Juknis ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3972 Tahun 2026.

Baca Juga :  Kapolres Solsel Tinjau TPS Terjauh dan Rawan di Jorong Talantam

Juknis ini menekankan prinsip legalitas, keterbukaan, ketidakberpihakan, kepastian hukum, dan pelayanan yang baik.

Partisipasi Pesantren dan Tahapan Seleksi

Kementerian Agama telah mengirim surat kepada pesantren dan asosiasi nasional. Surat tersebut mendorong partisipasi aktif dalam pengusulan calon terbaik.

Tahapan seleksi meliputi pendaftaran, verifikasi dokumen, pengumuman administrasi, dan pengumpulan esai. Selanjutnya peserta mengikuti uji publik, wawancara, hingga penetapan calon anggota.

Jumlah anggota Majelis Masyayikh ditetapkan ganjil, minimal 9 orang dan maksimal 17 orang. Komposisi harus merepresentasikan rumpun ilmu agama Islam.

Penetapan dan Pelantikan

Peserta yang lulus wawancara akan diajukan AHWA kepada Menteri Agama. Selanjutnya, penetapan dilakukan oleh Menteri Agama sebagai anggota Majelis Masyayikh. Pelantikan anggota masa khidmat 2026–2031 dijadwalkan pada 3–4 November 2026.

Syarat Bakal Calon Anggota Majelis Masyayikh

Berikut persyaratan yang harus dipenuhi calon:

    1. Bersedia mencalonkan diri menjadi anggota Majelis Masyayikh
    2. Memiliki integritas
    3. Memiliki komitmen kebangsaan
    4. Tidak pernah dipidana dengan putusan hukum tetap
    5. Bukan pengurus partai politik
    6. Sehat jasmani dan rohani
    7. Memiliki SKCK
    8. Melampirkan Daftar Riwayat Hidup
    9. Memiliki pengalaman pendidikan pesantren
    10. Memiliki keahlian keilmuan agama Islam
    11. Berlatar belakang pendidikan pesantren
    12. Berusia minimal 40 tahun
    13. Bukan anggota AHWA saat dipilih
    14. Rekomendasi asosiasi pesantren (opsional)

Melalui seleksi ini, pemerintah berharap lahir anggota Majelis Masyayikh yang berintegritas. Mereka diharapkan memperkuat sistem penjaminan mutu dan menjaga tradisi keilmuan pesantren di Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB