Bahaya Merokok di Dalam Rumah, Asap Rokok Bisa Picu Kanker hingga Stroke

Penulis -

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi merokok. (Foto: Pexels)

Ilustrasi merokok. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Merokok di dalam rumah tidak hanya membahayakan perokok. Asap rokok juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi anggota keluarga yang ikut menghirupnya.

Risiko tersebut bahkan tidak berhenti ketika rokok sudah padam. Residu asap dapat menempel pada berbagai permukaan dan menjadi sumber paparan yang dikenal sebagai thirdhand smoke.

Asap rokok tidak hilang begitu saja

Rokok mengandung ribuan bahan kimia. Sebagian di antaranya bersifat berbahaya dan dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Ketika seseorang merokok di dalam rumah, orang lain dapat menghirup secondhand smoke. Istilah tersebut merujuk pada asap rokok yang berasal dari pembakaran tembakau dan asap yang diembuskan perokok.

Paparan ini tidak hanya terjadi selama seseorang berada dekat perokok. Partikel asap juga dapat bertahan di lingkungan dalam ruangan.

Selain itu, residu nikotin dan zat kimia lain dapat menempel pada berbagai permukaan. Kondisi tersebut dikenal sebagai thirdhand smoke.

Residu tersebut dapat melekat pada sofa, karpet, dinding, selimut, pakaian, hingga mainan anak. Mayo Clinic menyebut residu ini dapat bertahan dalam waktu lama pada permukaan rumah dan kendaraan.

Zat kimia yang tertinggal juga dapat bereaksi dengan polutan lain di dalam ruangan. Proses tersebut dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Anak-anak dan bayi menjadi kelompok yang sangat rentan. Mereka sering menyentuh benda di sekitarnya dan memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut.

Karena itu, membuka jendela atau menggunakan kipas tidak cukup untuk menghilangkan seluruh risiko. Cara paling efektif ialah membuat rumah dan kendaraan sepenuhnya bebas asap rokok.

Bahaya merokok di dalam rumah bagi kesehatan

Paparan asap rokok di rumah dapat berdampak pada berbagai organ tubuh. Risikonya juga tidak hanya mengancam perokok aktif. Berikut sejumlah bahaya yang perlu diperhatikan.

Baca Juga :  Fadly Amran Hadiri CEO Talk Unand-Pegadaian, Tegaskan Mitigasi Bencana Tanggung Jawab Bersama
1. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Asap rokok pasif dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Paparan tersebut juga berhubungan dengan peningkatan risiko stroke.

Data yang dirangkum Mayo Clinic menunjukkan paparan asap rokok pasif dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sekitar 25–30 persen. Risiko stroke juga dapat meningkat sekitar 20–30 persen.

Paparan dalam waktu singkat pun dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. Karena itu, tidak ada tingkat paparan asap rokok pasif yang benar-benar aman.

2. Meningkatkan risiko kanker paru

Orang yang tidak merokok tetap menghadapi risiko kanker ketika sering terpapar asap rokok. Risiko tersebut terutama meningkat pada orang yang tinggal bersama perokok.

Paparan asap rokok pasif dapat meningkatkan risiko kanker paru sekitar 20–30 persen.

Asap tembakau juga mengandung sejumlah zat yang bersifat karsinogenik. Karena itu, menghindari paparan menjadi bagian penting dalam pencegahan kanker.

3. Mengganggu kesehatan pernapasan anak

Anak yang tinggal di rumah dengan paparan asap rokok menghadapi risiko kesehatan yang lebih besar. Dampaknya dapat berupa infeksi saluran pernapasan, asma, dan infeksi telinga.

Paparan tersebut juga dapat menghambat pertumbuhan fungsi paru. Pada bayi, asap rokok berkaitan dengan peningkatan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS.

Risiko semakin perlu diperhatikan karena bayi dan anak kecil menghabiskan banyak waktu di dalam rumah.

4. Membahayakan kehamilan dan kesehatan reproduksi

Paparan asap rokok selama kehamilan dapat berdampak pada ibu dan janin. Salah satu risikonya adalah berat badan lahir rendah.

Paparan tersebut juga berkaitan dengan kelahiran prematur dan berbagai gangguan pada kehamilan.

Karena itu, lingkungan rumah bebas asap rokok sangat penting bagi ibu hamil.

5. Meningkatkan gangguan pada telinga dan saluran napas anak

Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko infeksi telinga pada anak. Anak juga lebih rentan mengalami gangguan saluran pernapasan.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Kaligata agar Gatal Cepat Mereda, Kenali Penyebab dan Langkah Pencegahannya

Jika anak sudah memiliki asma, asap rokok dapat memperburuk kondisi tersebut. Mayo Clinic juga mencatat hubungan paparan asap rokok dengan bronkitis, pneumonia, dan infeksi telinga pada anak.

6. Berhubungan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2

Paparan secondhand smoke juga dikaitkan dengan diabetes tipe 2. Studi dalam Nature Medicine menemukan hubungan tersebut, meski kekuatan buktinya masih tergolong lemah.

Penelitian itu memperkirakan paparan asap rokok pasif berkaitan dengan sedikitnya peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebesar 1 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa dampak asap rokok tidak hanya berkaitan dengan sistem pernapasan dan jantung.

Bagaimana mencegah bahaya asap rokok di rumah?

Cara paling efektif untuk melindungi keluarga ialah tidak merokok di dalam rumah. Prinsip yang sama berlaku untuk mobil dan ruangan tertutup lainnya.

Mayo Clinic menegaskan bahwa membuka jendela, memakai kipas, atau menggunakan pendingin udara tidak menghilangkan seluruh paparan thirdhand smoke.

Perokok sebaiknya mempertimbangkan program berhenti merokok. Bantuan tenaga kesehatan dapat digunakan untuk menentukan metode yang sesuai.

Pilihan tersebut dapat mencakup konseling, terapi berhenti merokok, obat-obatan tertentu, dan terapi pengganti nikotin.

Berhenti merokok memberikan manfaat bagi perokok sekaligus melindungi keluarga. Rumah tanpa asap rokok juga membantu mengurangi paparan terhadap anak, bayi, ibu hamil, dan anggota keluarga lainnya.

Dengan demikian, menjadikan rumah sebagai area bebas rokok merupakan langkah sederhana untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap tembakau. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru