Benjolan di Belakang Telinga: 8 Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Penulis -

Senin, 21 September 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi benjolan di belakang telinga. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi benjolan di belakang telinga. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Benjolan di belakang telinga tidak selalu menandakan penyakit serius. Namun, rasa nyeri, kemerahan, demam, atau pembengkakan yang terus membesar perlu mendapat perhatian.

Kondisi tersebut dapat muncul akibat infeksi, pembengkakan kelenjar getah bening, kista, lipoma, hingga gangguan pada telinga. Karena setiap penyebab membutuhkan penanganan berbeda, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan sumber benjolan.

Benjolan di Belakang Telinga dan Gejalanya

Ukuran benjolan dapat berbeda pada setiap orang. Letaknya juga tidak selalu tepat di belakang telinga, tetapi dapat muncul di bawah daun telinga atau jaringan di sekitarnya.

Selain benjolan, sejumlah gejala dapat menyertai kondisi tersebut. Keluhan yang muncul bergantung pada penyebabnya. Dikutip dari Halodoc, berikut beberapa tanda yang umum antara lain:

    • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada area benjolan.
    • Kulit sekitar benjolan tampak merah atau mengalami peradangan.
    • Benjolan terasa lunak atau keras ketika disentuh.
    • Benjolan dapat bergerak atau terasa berada di bawah permukaan kulit.
    • Demam, terutama ketika penyebabnya berkaitan dengan infeksi.
    • Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian tubuh lain, seperti leher atau ketiak.
8 Penyebab Benjolan di Belakang Telinga

Berbagai kondisi dapat memicu munculnya benjolan di belakang telinga. Sebagian bersifat ringan, tetapi beberapa kondisi membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan dokter.

Berikut sejumlah penyebab yang perlu diketahui.

1. Infeksi

Infeksi akibat bakteri maupun virus dapat menyebabkan pembengkakan di belakang telinga. Kondisi ini dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa.

Beberapa penyakit infeksi yang dapat memicu pembengkakan kelenjar antara lain infeksi streptokokus, mononukleosis akibat virus Epstein-Barr, campak, dan cacar air.

Infeksi HIV dan AIDS juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

2. Abses atau bisul bernanah

Abses merupakan benjolan berisi nanah akibat infeksi. Kondisi ini dapat muncul di belakang telinga pada bayi maupun orang dewasa.

Baca Juga :  Presiden Prabowo dan Presiden Xi Jinping Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Tiongkok

Area tersebut biasanya terasa nyeri dan hangat. Kulit di sekitar benjolan juga dapat berubah menjadi merah karena respons tubuh terhadap infeksi.

3. Limfadenopati

Limfadenopati terjadi ketika kelenjar getah bening mengalami pembesaran. Infeksi menjadi salah satu penyebab yang sering memicu kondisi tersebut.

Benjolan dapat terasa sakit dan kulit di sekitarnya tampak merah atau hangat. Keluhan lain dapat berupa pilek, batuk, sakit tenggorokan, demam, tubuh lemas, hingga keringat berlebihan pada malam hari.

4. Kista sebasea

Kista sebasea berkaitan dengan penyumbatan kelenjar minyak. Benjolan dapat terasa cukup keras dan muncul di sekitar belakang telinga.

Pada umumnya, kista tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, ukurannya yang semakin besar dapat menyebabkan rasa tidak nyaman.

5. Lipoma

Lipoma merupakan benjolan yang terbentuk dari jaringan lemak. Kondisi ini termasuk jinak dan biasanya tidak menyebabkan nyeri.

Meski demikian, lipoma dapat mengganggu ketika ukurannya bertambah atau berada pada lokasi yang menimbulkan tekanan.

6. Mastoiditis

Mastoiditis merupakan infeksi pada tulang mastoid yang berada di belakang telinga. Kondisi ini dapat menimbulkan benjolan yang terasa sakit ketika ditekan.

Gejala lain dapat berupa demam tinggi, keluarnya cairan dari telinga, peradangan di sekitar telinga, serta sakit kepala yang berlangsung terus-menerus.

7. Otitis media

Infeksi telinga tengah atau otitis media juga dapat berkaitan dengan munculnya pembengkakan di belakang telinga.

Kondisi ini dapat dialami anak maupun orang dewasa. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, infeksi telinga tengah dapat menyebabkan komplikasi, termasuk kerusakan atau lubang pada gendang telinga.

8. Jerawat

Jerawat di sekitar telinga dapat muncul ketika pori-pori tersumbat oleh minyak dan kotoran. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan benjolan kecil yang terasa nyeri.

Baca Juga :  Berapa Kalori yang Harus Dibakar Setiap Hari agar Berat Badan Turun? Ini Penjelasannya

Menjaga kebersihan kulit dapat membantu mengurangi risiko jerawat di area tersebut.

Cara Mengatasi Benjolan di Belakang Telinga

Penanganan benjolan bergantung pada penyebabnya. Karena itu, dokter perlu menentukan diagnosis sebelum memilih metode pengobatan.

Jika benjolan tidak menunjukkan tanda berbahaya, dokter dapat menyarankan pemantauan tanpa tindakan khusus. Sementara itu, infeksi tertentu mungkin membutuhkan antibiotik atau obat antiinflamasi sesuai hasil pemeriksaan.

Dokter juga dapat mempertimbangkan tindakan operasi untuk mengangkat benjolan tertentu. Jika pemeriksaan menemukan kanker, pasien dapat menjalani terapi sesuai jenis dan stadium penyakit, termasuk kemoterapi atau radioterapi.

Perawatan Rumahan untuk Meredakan Keluhan

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Kompres hangat, misalnya, dapat membantu meredakan peradangan dan memberikan rasa nyaman.

Bahan seperti bawang putih, kunyit, jahe, madu, atau propolis juga sering digunakan sebagai pengobatan tradisional. Namun, bahan tersebut tidak boleh menggantikan terapi medis, terutama jika benjolan berkaitan dengan infeksi atau penyakit tertentu.

Sebelum menggunakan obat maupun bahan herbal untuk mengatasi benjolan di belakang telinga, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan terapi yang sesuai. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru