Ngemil Sambil Kerja Bisa Bantu Fokus, tapi Berisiko Ganggu Berat Badan

Penulis -

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ngemil saat kerja. (Foto: Pexels)

Ilustrasi ngemil saat kerja. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Ngemil di tengah pekerjaan bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga suasana hati dan energi. Namun, kebiasaan ini juga dapat berubah menjadi sumber masalah jika jenis dan porsinya tidak dikendalikan.

Bagi sebagian orang, stoples berisi cokelat, biskuit, atau keripik di meja kerja terasa sulit untuk diabaikan. Aktivitas mengunyah sambil menyelesaikan tugas bahkan dapat membuat suasana kerja terasa lebih menyenangkan.

Meski begitu, kebiasaan ngemil saat bekerja memiliki sisi lain yang perlu diperhatikan. Asupan kalori yang berlebihan dapat meningkatkan berat badan, sementara camilan tinggi gula berpotensi membuat energi cepat turun.

Camilan dan suasana hati

Tekanan pekerjaan sering kali memengaruhi suasana hati. Mengonsumsi makanan yang disukai, termasuk cokelat, dapat merangsang pelepasan dopamin sehingga seseorang merasa lebih senang dan rileks.

Efek tersebut membuat camilan terasa menarik ketika pekerjaan sedang menumpuk. Namun, pilihan makanan tetap menjadi faktor penting.

Melansir dari Healthline makanan tinggi gula memang dapat memberikan energi secara cepat. Sayangnya, efek tersebut tidak bertahan lama dan rasa lapar dapat kembali muncul dalam satu hingga dua jam.

Kondisi itu dapat membuat tubuh kembali lemas. Konsentrasi saat bekerja pun berpotensi ikut menurun.

Mengunyah dapat membantu menjaga fokus

Aktivitas mengunyah ternyata juga berkaitan dengan fungsi otak. BBC Future melaporkan bahwa gerakan motorik saat mengunyah dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke area otak.

Efek tersebut berpotensi membantu mengurangi rasa kantuk, terutama ketika seseorang bekerja pada waktu-waktu rawan mengantuk. Aktivitas mengunyah juga dapat membantu mempertahankan perhatian selama mengerjakan tugas.

Namun, kebiasaan ini memiliki risiko lain. Ketika terlalu fokus pada layar komputer, seseorang bisa menghabiskan camilan tanpa menyadari jumlah yang sudah dikonsumsi.

Baca Juga :  12 Olahraga yang Harus Dihindari Saat Hamil Muda agar Janin Tetap Aman

Keripik atau makanan ringan dalam kemasan besar menjadi salah satu contohnya. Jika berlangsung terus-menerus, asupan kalori harian dapat meningkat dan berpengaruh terhadap berat badan.

Camilan bisa menjadi sumber energi sementara

Rasa lapar juga dapat mengganggu produktivitas. Dilansir dari Healthline, camilan dapat membantu sebagian orang menahan rasa lapar berlebihan sebelum waktu makan utama tiba.

Camilan ringan dapat memberikan tambahan energi ketika tubuh mulai lelah. Pilihan tersebut juga dapat membantu seseorang tetap bekerja tanpa harus menunggu terlalu lama hingga waktu makan berikutnya.

Meski demikian, ngemil saat bekerja sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Jenis makanan, ukuran porsi, serta frekuensi makan perlu menjadi pertimbangan.

Pilih camilan dan atur porsinya

Kebiasaan ngemil saat kerja pada dasarnya tidak selalu buruk. Dampaknya sangat bergantung pada pilihan makanan dan cara seseorang mengontrol konsumsinya.

Camilan dengan porsi terukur dapat menjadi pilihan ketika rasa lapar mulai muncul. Sebaliknya, mengonsumsi makanan tinggi gula atau kalori secara berulang dapat membuat kebiasaan tersebut berdampak pada berat badan.

Kebersihan meja kerja juga tidak boleh diabaikan. Remah makanan dan sisa camilan dapat mengotori area kerja sehingga kebersihannya perlu tetap dijaga.

Dengan pengaturan yang tepat, ngemil sambil bekerja dapat tetap dilakukan tanpa mengorbankan kesehatan maupun produktivitas. Kuncinya terletak pada pilihan camilan, jumlah asupan, dan kemampuan mengendalikan kebiasaan makan. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terbaru