Pasaman, Javanusa—Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, memicu banjir di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Selasa (14/4/2026) sore.
Akibat kejadian tersebut, satu unit mobil dilaporkan terjebak di tengah arus banjir, sementara dua penumpangnya terseret arus sungai dan hingga kini masih dalam pencarian.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan lebat menyebabkan debit air sungai meningkat tajam. Luapan air kemudian melintas ke badan jalan hingga masuk ke kawasan permukiman sekitar lokasi kejadian.
Dua korban diketahui merupakan penumpang mobil yang terjebak dalam arus banjir, masing-masing bernama Dewi Hayati (50) dan Meji Ardi (37).
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menyampaikan pihaknya menerima laporan kejadian dari Wali Nagari Alahan Mati, Rivo Niswar, pada pukul 19.03 WIB.
Berdasarkan laporan awal, kendaraan yang ditumpangi korban terjebak saat arus sungai tiba-tiba membesar di lokasi kejadian. Kedua penumpang kemudian mencoba menyelamatkan diri dengan membuka pintu mobil.
Namun, derasnya arus banjir membuat keduanya kehilangan keseimbangan dan terseret ke aliran sungai.
Tim SAR Diterjunkan ke Lokasi
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pasaman diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 19.20 WIB. Tim berjumlah enam personel dengan membawa perlengkapan evakuasi dan pencarian.
“Tim sudah diberangkatkan menuju lokasi kejadian (LKP),” kata Hendri, Selasa malam.
Lokasi pencarian berada pada koordinat 0°01’05.1″S – 100°09’57.1″E dengan jarak sekitar 76,4 kilometer dari Pos SAR Pasaman. Dengan kondisi jalan serta cuaca, perjalanan menuju lokasi diperkirakan memakan waktu hampir tiga jam.
Kendala Cuaca dan Arus Deras
Dalam proses pencarian, tim SAR menghadapi kendala berupa hujan yang masih berlangsung serta arus sungai yang deras. Kondisi tersebut menyulitkan petugas dalam melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Hingga malam hari, upaya pencarian terhadap kedua korban masih terus dilakukan di aliran sungai Nagari Alahan Mati.
Dalam operasi pencarian ini, tim SAR membawa sejumlah peralatan pendukung, di antaranya rescue car, LCR (perahu karet) beserta mesin tempel, perahu rafting, perlengkapan evakuasi, serta alat medis dan komunikasi. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung. (*/red)






