Pasbar, Javanusa—Bantuan alsintan dan sarana perikanan DPR RI mulai direalisasikan di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumbar.
Dukungan ini menyasar 43 kelompok tani dan sejumlah kelompok pembudidaya ikan untuk mempercepat pemulihan sektor pangan pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menilai bantuan tersebut memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong modernisasi pertanian dan perikanan di daerah itu.
Anggota DPR RI, Cindy Monica Salsabila, menyerahkan bantuan melalui mekanisme pokok pikiran (pokir) DPR RI, Sabtu (21/2). Ia didampingi Sekretaris Daerah Pasbar, Doddy San Ismail serta jajaran OPD terkait saat kunjungan kerja di Ranah Batahan dan Luhak Nan Duo.
Sekretaris Daerah Pasbar, Doddy San Ismail, menyebut bantuan tersebut merupakan tindak lanjut usulan pemerintah daerah ke kementerian teknis. Usulan itu diajukan setelah bencana banjir dan longsor merusak ratusan hektare lahan pertanian di Pasbar.
“Bantuan ini hasil sinergi pemerintah daerah dan pusat melalui pokir DPR RI. Hari ini direalisasikan untuk masyarakat,” kata Doddy.
Rincian Bantuan Alsintan 2025
Pemkab Pasbar mencatat bantuan pra dan pascapanen 2025 disalurkan kepada 43 kelompok tani. Bantuan meliputi dua unit traktor roda dua, empat unit pompa air, 25 unit hand sprayer, dan dua unit combine harvester besar.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan 15 ton benih jagung hibrida varietas Bisi 18 untuk lahan seluas 1.000 hektare. Benih tersebut dibagikan kepada 105 kelompok tani di sejumlah kecamatan.
Satu unit combine harvester besar diserahkan di Ranah Batahan dan dirangkaikan dengan panen raya. Pemerintah berharap alat itu memangkas biaya produksi sekaligus mempercepat proses panen.
Sarana Perikanan Bioflok untuk Tingkatkan Produksi
Di sektor perikanan, bantuan diberikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Nila Bioflok Berkah di Jambak Jalur 1 Barat, Kecamatan Luhak Nan Duo. Bantuan berupa kolam bioflok dinilai lebih efisien dibanding kolam tanah konvensional.
“Sistem bioflok lebih efektif dan efisien. Dengan sirkulasi oksigen optimal, hasil panen bisa lebih besar dalam waktu lebih singkat,” ujar Cindy.
Ia menambahkan, program tersebut juga bertujuan mendorong lahirnya wirausaha muda di sektor perikanan. Pemerintah ingin generasi muda Pasbar berani menjadi entrepreneur mandiri dan inovatif.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, banjir dan longsor sebelumnya merusak sekitar 524 hektare sawah dan 288 hektare kebun di Pasaman Barat. Bencana juga merusak belasan saluran irigasi serta jembatan penghubung sentra produksi.
Karena itu, Pemkab Pasbar menargetkan percepatan pemulihan lahan sekaligus peningkatan produktivitas. Program ini sejalan dengan agenda swasembada pangan nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.
“Kami berharap bantuan ini meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian secara berkelanjutan,” kata Doddy.
Kegiatan penyerahan bantuan juga diisi dialog bersama petani dan pembudidaya ikan. Pemerintah menyerap aspirasi serta mengidentifikasi kebutuhan lanjutan di lapangan.
Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan dasar pengusulan program strategis berikutnya ke kementerian terkait. Dengan langkah itu, Pemkab Pasbar ingin memastikan bantuan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (*/red)






