Javanusa.com—Timnas Belanda melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu fase grup sebagai juara Grup F.
Produktivitas gol yang impresif serta performa kolektif membuat skuad asuhan Ronald Koeman kembali memunculkan harapan publik untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara dunia pertama.
Belanda Bangkit dengan Performa Tajam
Belanda menutup fase grup dengan catatan sempurna sebagai pemuncak Grup F. Oranje mengoleksi sepuluh gol dalam tiga pertandingan, termasuk kemenangan 3-1 atas Tunisia pada laga terakhir.
Hasil tersebut memastikan langkah Belanda ke babak 32 besar, di mana mereka akan menghadapi Maroko pada 29 Juni. Performa konsisten sepanjang fase grup menjadi modal penting bagi tim besutan Ronald Koeman.
Harapan terhadap Belanda kembali menguat. Selama puluhan tahun, negara tersebut dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia yang berkali-kali mendekati gelar juara, tetapi belum pernah berhasil mengangkat trofi Piala Dunia.
Sejak revolusi sepak bola Total Football pada 1974, impian menjadi juara dunia terus diwariskan kepada setiap generasi pemain Oranje.
Koeman: Kami Datang untuk Menjadi Juara
Pelatih Ronald Koeman menegaskan timnya tidak gentar menghadapi siapa pun di turnamen ini.
“Kami tidak takut pada siapa pun. Jika Anda berada di Piala Dunia, Anda berada di sana untuk memenangkannya, tapi masih ada jalan panjang di depan kami,” ujarnya.
Belanda kembali memperlihatkan permainan dominan saat menghadapi Tunisia. Setelah unggul cepat, mereka mengendalikan jalannya pertandingan hingga peluit akhir.
Koeman menilai kekuatan utama timnya terletak pada keseimbangan permainan dan kerja sama antarpemain.
“Dari sudut pandang sepak bola, mereka adalah tim yang sangat bagus. Ada pemain yang senang menguasai bola. Saya memiliki sekelompok pemain yang bekerja sama dengan sangat baik dan memiliki semangat tim yang hebat,” tambahnya.
Menurut Koeman, fleksibilitas taktik menjadi salah satu keunggulan skuadnya. Belanda mampu beradaptasi dengan berbagai situasi tanpa kehilangan identitas permainan.
Frenkie de Jong Soroti Variasi Serangan Oranje
Kapten Belanda, Frenkie de Jong, menilai timnya memiliki banyak cara untuk mencetak gol. Variasi tersebut membuat Oranje sulit diprediksi lawan.
“Kami punya banyak kekuatan. Kami mampu mencetak berbagai jenis gol: dari bola mati, serangan balik, dan melalui permainan membangun serangan. Jadi saya pikir kami adalah tim yang sulit dihentikan,” ujarnya.
Meski demikian, gelandang Barcelona itu mengingatkan bahwa perjalanan menuju gelar masih panjang.
“Kami perlu meningkatkan permainan jika ingin memenangkan Piala Dunia. Saya pikir kami semakin baik di setiap pertandingan dan ingin terus seperti itu,” tambahnya.
Kedalaman Skuad Jadi Modal Penting
Belanda tidak hanya mengandalkan pemain inti. Kedalaman skuad memberi Koeman banyak pilihan untuk mengubah pendekatan permainan sesuai kebutuhan pertandingan.
Salah satu contohnya adalah penampilan Brian Brobbey. Penyerang tengah tersebut kembali mencetak gol saat menghadapi Tunisia setelah sebelumnya mencetak dua gol pada pertandingan kedua fase grup.
Koeman mengaku puas dengan kualitas pemain yang dimilikinya, tetapi masih melihat beberapa aspek yang harus diperbaiki.
“Saya rasa tim sudah terbiasa memainkan sistem yang berbeda-beda. Kami memiliki skuad yang sangat kuat, dengan beberapa pemain hebat, dan itu penting,” ujarnya.
Ia juga menyoroti organisasi pertahanan ketika tim kehilangan penguasaan bola.
“Saya rasa kami perlu meningkatkan pertahanan saat tidak menguasai bola. Terkadang kami memberikan terlalu banyak ruang bagi lawan untuk bermain,” tuturnya.
Meski begitu, Koeman tetap optimistis karena lini depan Belanda tampil sangat produktif.
“Kami adalah tim kreatif yang menampilkan performa kuat. Kami telah mencetak sepuluh gol dalam tiga pertandingan, dan itu menunjukkan kemampuan menyerang kami. Saya tidak terlalu khawatir, karena kami mencetak cukup banyak gol untuk memenangkan pertandingan,” tambahnya.
Tantangan Sesungguhnya Baru Dimulai
Belanda datang ke fase gugur dengan rekor impresif. Oranje belum pernah kalah dalam waktu normal maupun perpanjangan waktu pada 15 pertandingan Piala Dunia terakhir. Kekalahan terakhir mereka terjadi pada final Piala Dunia 2010 saat menghadapi Spanyol.
Dalam dua edisi berikutnya, langkah Belanda selalu dihentikan Argentina melalui adu penalti, yakni pada semifinal 2014 dan perempat final 2022.
Kini, tantangan berikutnya adalah menghadapi Maroko pada babak 32 besar.
Koeman menilai fase gugur akan menghadirkan lawan dengan kualitas berbeda dibandingkan babak penyisihan.
“Secara keseluruhan kami bermain bagus, memuncaki grup. Tapi sekarang ujian sebenarnya dimulai. Jelas kami akan menghadapi lawan yang kuat,” ujarnya.
Kapten Virgil van Dijk juga mengingatkan rekan-rekannya agar tetap fokus menghadapi pertandingan berikutnya.
“Saya memperkirakan kami akan menghadapi tim yang fantastis, dengan banyak kualitas, terutama dalam hal permainan sepak bola. Tetapi mereka juga memiliki beberapa kelemahan, dan kami akan mencoba memanfaatkannya,” ujarnya.
Dengan performa yang terus meningkat, Belanda kembali membawa optimisme besar. Generasi asuhan Ronald Koeman kini memiliki peluang untuk mengakhiri penantian panjang Oranje meraih gelar juara Piala Dunia pertama dalam sejarah. (*/red)






