Belanja Subuh di Pasar Lubuk Buaya, Harga Lebih “Manenggang”

Penulis -

Minggu, 5 Oktober 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran saat mengunjungi Pasar Lubuk Buaya dan bertemu pedagang, beberapa waktu lalu. (Foto: FB Diskominfo Padang)

Wali Kota Padang Fadly Amran saat mengunjungi Pasar Lubuk Buaya dan bertemu pedagang, beberapa waktu lalu. (Foto: FB Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Suasana Pasar Lubuk Buaya, Kota Padang, terlihat ramai sejak dini hari, Minggu (5/10/2025).

Sejak subuh buta, aktivitas bongkar muat barang dari kendaraan pickup berlangsung tanpa henti.

Para pedagang dan pembeli saling menawar harga dengan semangat khas pasar tradisional.

Terletak di kawasan utara Kota Padang, Pasar Lubuk Buaya menjadi destinasi belanja utama bagi warga sekitar.

Meski berada di perbatasan, pasar ini selalu ramai pengunjung. Setiap “hari pasar”, kendaraan pembeli berderet hingga ke pinggir jalan utama karena ramainya aktivitas jual beli.

Hampir semua kebutuhan pokok tersedia di sini. Mulai dari sayur, cabai, kelapa, buah-buahan, hingga bahan makanan lain yang sebagian besar berasal dari luar Kota Padang seperti Bukittinggi, Batusangkar, Padangpanjang, dan Pariaman.

Aktivitas Dimulai Sejak Tengah Malam

Pasokan bahan pokok diangkut dengan kendaraan pickup dari daerah penghasil sejak malam hari.

Saat hari pasar tiba—yakni Rabu dan Minggu—rombongan kendaraan sudah bergerak sejak tengah malam agar tiba di Pasar Lubuk Buaya sebelum subuh.

“Awak baok sayua dari Sangka dari jam duo tadi malam (Saya bawa sayur dari Batusangkar sejak jam dua pagi tadi),” ujar Amai Ita.

Sesampainya di pasar, para petani langsung menjajakan hasil panen kepada pembeli. Harga ditentukan berdasarkan kesepakatan dalam proses tawar menawar yang hangat dan cepat.

Harga Lebih Murah saat Subuh

Para pembeli tampak antusias menghampiri kendaraan pickup yang baru datang.

Mereka tahu, harga paling murah hanya bisa didapatkan saat subuh hingga sekitar pukul tujuh pagi. Setelah itu, harga naik karena barang sudah berpindah tangan ke distributor lain.

“Saya sengaja datang pagi-pagi. Kalau sudah siang, harganya sudah naik,” kata Eva, warga Anak Air.

Baca Juga :  Pasar Alai Padang Pertahankan Sertifikasi SNI, Raih Nilai Sempurna dalam Surveillance Kemendag

Sebagai contoh, pagi itu cabai darek dijual Rp 68 ribu per kilogram, sementara di pasar lain harganya mencapai Rp 75–80 ribu.

Sayur kangkung dijual Rp 4 ribu per ikat, sedangkan kelapa Rp 6 ribu per buah, semuanya masih dalam kondisi segar.

Harga yang lebih “manenggang” (murah) membuat Pasar Lubuk Buaya jadi pilihan utama pengusaha kuliner dan pelaku UMKM di Padang.

Mereka rela datang sejak dini hari demi mendapatkan bahan terbaik dengan harga terjangkau.

“Selain karena soal harga, kita juga langsung mendapatkan kebutuhan yang baru saja dipetik, semuanya fresh,” ungkap Hendra, pemilik warung makan di Lubuk Minturun.

Lebih dari Sekadar Tempat Belanja

Pasar Lubuk Buaya tidak pernah sepi pengunjung. Bagi yang ingin berhemat, datanglah sejak subuh. Setelah berbelanja, pengunjung bisa menikmati kuliner khas pasar seperti Sate Mega berkuah putih atau Katupek Pitalah khas “urang darek”.

Datanglah dan rasakan sendiri suasana pasar tradisional yang hidup sejak sebelum matahari terbit—tempat di mana harga masih “manenggang” dan kesegaran bahan selalu terjamin. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB