Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya

Penulis -

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Wanita mengalami nyeri sendi . (Foto: AI Generated)

Ilustrasi Wanita mengalami nyeri sendi . (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Kacang tanah kerap dianggap sebagai makanan yang harus dihindari oleh penderita asam urat.

Padahal, kandungan purin dalam kacang tanah tidak serta-merta membuat seseorang mengalami serangan gout. Jumlah konsumsi, pola makan sehari-hari, dan kondisi ristaln turut memengaruhi rista penyakit ini.

Kadar asam urat yang tinggi dapat memicu pembentukan ristal di persendian. Kondisi tersebut menimbulkan gout, yang biasanya ditandai dengan nyeri mendadak, pembengkakan, kemerahan, dan sensasi hangat pada sendi.

Lantas, apakah penderita asam urat boleh makan kacang tanah? Memahami kandungan gizinya dan memilih porsi yang tepat dapat membantu menentukan pola konsumsi yang lebih sehat.

Apakah Kacang Tanah Memicu Asam Urat?

Dikutip dari Halodoc, kacang tanah tidak otomatis menyebabkan asam urat atau serangan gout. Meskipun mengandung purin, kacang tanah merupakan sumber protein nabati yang dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Pengaruh purin dari makanan nabati terhadap risiko gout juga tidak selalu sama dengan purin dari sumber hewani tertentu. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sayuran dan sumber protein nabati yang mengandung purin tidak memiliki hubungan risiko gout yang sama dengan konsumsi jeroan dan daging tertentu secara berlebihan.

Karena itu, penderita asam urat umumnya tidak perlu menghindari kacang tanah sepenuhnya. Namun, jumlah konsumsi dan komposisi makanan secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan.

Kandungan Gizi Kacang Tanah

Kacang tanah mengandung sejumlah zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Dalam setiap 100 gram kacang tanah mentah, terdapat sekitar 567 kalori, 25,8 gram protein, 49,2 gram lemak, 16,1 gram karbohidrat, dan 8,5 gram serat.

Selain itu, kacang tanah menyediakan magnesium, fosfor, vitamin E, serta lemak tidak jenuh. Kandungan tersebut menjadikannya salah satu pilihan sumber protein nabati dalam menu sehari-hari.

Baca Juga :  Belgia Ditahan Mesir 1-1 di Piala Dunia 2026, Gol Bunuh Diri Selamatkan Setan Merah

Meski demikian, kacang tanah memiliki kepadatan kalori yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan energi dan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Padahal, berat badan berlebih merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko gout.

Cara Mengonsumsi Kacang Tanah bagi Penderita Asam Urat

Penderita asam urat dapat mempertimbangkan kacang tanah sebagai bagian dari pola makan seimbang. Beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga asupan makanan tetap terkontrol.

    • Perhatikan porsi konsumsi. Hindari makan kacang tanah dalam jumlah berlebihan. Sesuaikan porsinya dengan kebutuhan energi dan pola makan harian.
    • Pilih olahan yang lebih sehat. Kacang panggang tanpa tambahan garam atau gula berlebihan dapat menjadi pilihan dibandingkan produk dengan banyak minyak dan bumbu.
    • Penuhi kebutuhan cairan. Minum air secara teratur membantu fungsi ginjal dan pengeluaran zat sisa melalui urine, kecuali dokter membatasi asupan cairan.
    • Batasi makanan pemicu gout lainnya. Kurangi konsumsi jeroan, daging merah berlebihan, makanan laut tertentu, alkohol, serta minuman manis tinggi fruktosa.
    • Jaga berat badan secara bertahap. Hindari diet ekstrem atau penurunan berat badan terlalu cepat karena kondisi tersebut dapat memengaruhi kadar asam urat.
    • Catat makanan dan gejala. Dokumentasikan jenis makanan, minuman, serta waktu munculnya nyeri sendi untuk membantu dokter mengevaluasi kemungkinan pemicu.

Selain memperhatikan makanan, penderita gout perlu mempertimbangkan faktor lain yang memengaruhi kadar asam urat. Fungsi ginjal, faktor keturunan, penggunaan obat tertentu, dan kondisi metabolik juga dapat berperan.

Jika nyeri sendi berulang setelah mengonsumsi kacang tanah, jangan langsung menyimpulkan bahwa makanan tersebut menjadi penyebabnya. Gejala dapat berkaitan dengan faktor lain sehingga evaluasi medis tetap diperlukan.

Mengenali Gejala Asam Urat

Asam urat merupakan zat sisa dari pemecahan purin yang secara normal dikeluarkan tubuh melalui urine. Ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi, kristal monosodium urat dapat terbentuk dan menumpuk di persendian.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Sumbar Senin 8 Juni 2026, Hujan Lebat Berpotensi Melanda Sejumlah Daerah

Serangan gout sering muncul secara mendadak dengan rasa nyeri yang intens. Sendi juga dapat membengkak, memerah, dan terasa hangat ketika disentuh.

Jempol kaki menjadi salah satu lokasi yang sering terkena. Namun, gout juga dapat menyerang pergelangan kaki, lutut, jari tangan, dan siku.

Kadar asam urat yang tinggi tidak selalu menimbulkan gejala. Oleh sebab itu, diagnosis gout tidak cukup hanya berdasarkan hasil tes darah, tetapi perlu mempertimbangkan gejala dan pemeriksaan klinis.

Kapan Penderita Asam Urat Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri jika mengalami nyeri sendi mendadak, pembengkakan, kemerahan, atau serangan yang berulang. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah, serta mempertimbangkan analisis cairan sendi apabila diperlukan.

Waspadai pula nyeri sendi yang disertai demam, menggigil, atau kondisi tubuh yang memburuk. Gejala tersebut dapat mengindikasikan infeksi sendi yang membutuhkan penanganan segera.

Penderita gout juga sebaiknya tidak menggunakan obat penurun asam urat atau obat serangan gout tanpa arahan tenaga medis. Dokter perlu mempertimbangkan fungsi ginjal, kondisi hati, dan kemungkinan interaksi dengan obat lain. Jika serangan nyeri sendi berulang atau terasa berat, konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. (*)

Berita Terkait

Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai
Selain Minum Air Hangat, Ini 9 Cara Meredakan Gejala Flu di Rumah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Dodo Rilis Single Layar Kaca, Ceritakan Rindu dan Hubungan Jarak Jauh

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Sinopsis Film Serangan Balik di Netflix: Aksi Lukman Sardi Melawan Sindikat Kriminal

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Siap Mencekam! Film Dewi Siluman Ular Rilis 12 November 2026, Intip Sinopsis Lengkapnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:05 WIB

BRIE Rilis SIREN, Single Alternative R&B tentang Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Ronald Dewa Rangkum Perjalanan Cinta dalam Album Galau Gagal Move On, Salah Mencinta Jadi Andalan

Berita Terbaru