Javanusa.com—Susu yang dibiarkan terlalu lama di meja makan atau mobil berisiko mengalami penurunan kualitas.
Lama ketahanannya di suhu ruangan pun berbeda, tergantung jenis susu dan kondisi penyimpanannya.
Situasi seperti meninggalkan semangkuk sereal dengan susu selama berjam-jam mungkin pernah terjadi. Begitu pula ketika susu hasil belanja tertinggal di dalam mobil yang terpapar panas.
Karena itu, penting mengetahui berapa lama susu bisa bertahan di suhu ruangan sebelum dikonsumsi.
Daya Tahan Susu Bergantung Jenisnya
Tidak semua produk susu memiliki aturan penyimpanan yang sama. Susu UHT dan susu pasteurisasi, misalnya, menjalani proses pengolahan serta memiliki karakteristik penyimpanan berbeda.
Susu UHT atau ultra-high temperature dapat bertahan lebih lama pada suhu ruangan selama kemasannya belum dibuka. Produk ini juga sering dipajang di rak swalayan tanpa pendingin.
Produsen mengolah susu UHT melalui pemanasan bersuhu sangat tinggi, sekitar 135–145 derajat Celsius, selama 2–5 detik.
Proses tersebut bertujuan membunuh mikroorganisme yang dapat merusak susu. Waktu pemanasan yang singkat juga membantu mempertahankan kandungan gizi, rasa, aroma, dan warna.
Namun, setelah kemasan dibuka, susu UHT perlu mendapat perlakuan berbeda dan sebaiknya disimpan sesuai petunjuk pada kemasan.
Sementara itu, susu pasteurisasi membutuhkan suhu dingin sejak awal penyimpanan. Jenis susu ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan.
Susu Pasteurisasi Harus Tetap Dingin
Susu pasteurisasi juga melalui proses pemanasan untuk mengurangi jumlah bakteri berbahaya. Namun, prosesnya berbeda dengan metode UHT.
Pasteurisasi umumnya menggunakan pemanasan sekitar 72 derajat Celsius selama kurang lebih 15 detik.
Menurut rekomendasi US Food and Drug Administration atau FDA, produk susu yang membutuhkan pendinginan harus disimpan dalam suhu dingin.
Suhu lemari pendingin umumnya dianjurkan berada sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Penempatan susu juga sebaiknya berada di bagian kulkas yang suhunya stabil.
The Dairy Council of California menyarankan penyimpanan susu pasteurisasi di area kulkas yang paling dingin, seperti bagian belakang atau bagian bawah.
Meski kemasannya belum dibuka, susu pasteurisasi tetap memerlukan pendinginan. Dengan penyimpanan yang tepat, produk ini dapat bertahan sekitar 12 hingga 21 hari setelah pemrosesan.
Jangan Biarkan Susu Terlalu Lama di Suhu Ruangan
Masalah muncul ketika susu yang seharusnya disimpan dingin berada terlalu lama di luar kulkas. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
Kontaminasi mikroorganisme dapat memicu gangguan pada saluran pencernaan setelah susu dikonsumsi.
FDA merekomendasikan makanan dan minuman yang membutuhkan pendinginan tidak berada di suhu ruangan lebih dari dua jam.
Batas waktunya menjadi lebih singkat ketika suhu lingkungan sangat panas. Jika suhu mencapai lebih dari 32 derajat Celsius, makanan dan minuman tersebut sebaiknya tidak dibiarkan lebih dari satu jam.
Kondisi ini penting diperhatikan, terutama saat membawa belanjaan pulang dari supermarket. Jangan meninggalkan susu pasteurisasi atau produk dingin lainnya terlalu lama di dalam kendaraan.
Panas di dalam mobil dapat meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan suhu udara luar. Kondisi tersebut mempercepat penurunan kualitas produk yang membutuhkan pendinginan.
Perhatikan Perubahan Aroma dan Tekstur Susu
Selain memperhatikan waktu penyimpanan, konsumen juga perlu memeriksa kondisi susu sebelum diminum.
Susu yang mengeluarkan aroma tidak sedap, mengalami perubahan warna, atau memiliki tekstur berbeda sebaiknya tidak dikonsumsi.
Setiap jenis susu memiliki daya tahan yang berbeda. Karena itu, perhatikan jenis produk, suhu penyimpanan, kondisi kemasan, serta petunjuk yang tercantum pada label.
Dengan penyimpanan yang tepat, kualitas susu dapat tetap terjaga dan risiko kontaminasi akibat pertumbuhan bakteri bisa diminimalkan. (*)






