Padang, Javanusa—Kota Padang bersiap menyambut kemeriahan perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang pusat pelaksanaannya difokuskan di Kawasan Daya Tarik Wisata Pantai Padang.
Berbagai agenda seperti festival, pertunjukan seni budaya, pameran UMKM, olahraga, hingga panggung hiburan rakyat diproyeksikan akan menarik ribuan wisatawan ke destinasi unggulan tersebut.
Rangkaian perayaan bergengsi ini akan berlangsung dengan jadwal yang cukup padat di area Pantai Cimpago. Kemeriahan akan diawali dengan pesona cahaya dari Festival Telong-Telong pada 6 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 hingga 24.00 WIB.
Memasuki akhir pekan pada 8 Agustus 2026, masyarakat dan wisatawan dapat mengikuti kegiatan Gowes Siti Nurbaya sejak pukul 06.00 WIB, yang disusul dengan kemegahan Padang Harmoni Festival (Day 1) pada sore harinya mulai pukul 16.00 hingga 22.30 WIB.
Seluruh rangkaian acara di kawasan ini kemudian akan ditutup dengan ajang lari BOM RUN pada tanggal 9 Agustus 2026.
Menyikapi potensi lonjakan jumlah kunjungan pelancong, Dinas Pariwisata Kota Padang mengambil langkah proaktif melalui pembagian surat pemberitahuan sekaligus imbauan kepada para pelaku usaha pariwisata, khususnya para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beraktivitas di Lapau Panjang Cimpago dan area samping panggung Purus.
“Sehubungan dengan potensi lonjakan kunjungan wisatawan selama rangkaian kegiatan HJK ke-357 berlangsung, kami memohon kerja sama dan partisipasi aktif dari seluruh pelaku usaha pariwisata di kawasan Pantai Padang,” ujar Zahirwan, Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Padang, Jumat (24/7/2026).
“Kami mengimbau para pedagang untuk memastikan ketersediaan tempat sampah di lapak masing-masing, menata gerobak dan meja agar tidak mengganggu jalur pejalan kaki maupun area evakuasi, serta senantiasa mematuhi jam operasional yang telah disepakati,” tambahnya saat menjelaskan poin-poin imbauan instansi.
Dalam arahan tersebut, para pelaku usaha juga ditekankan untuk selalu memberikan pelayanan yang ramah, menjamin higienitas makanan dan minuman, serta mempertahankan kewajaran harga jual. Hal ini dinilai sangat krusial sebagai wujud dukungan nyata para pelaku UMKM dalam menjaga citra positif pariwisata Kota Padang.
Tidak hanya berfokus pada penataan estetika lapak pedagang, kelayakan dan kebersihan fasilitas umum turut menjadi prioritas utama.
Sebelumnya, jajaran pimpinan dari dinas terkait telah turun langsung ke lapangan untuk meninjau kelayakan fasilitas sanitasi umum di sepanjang kawasan pantai.
Melalui surat edaran terpisah, pihak pengelola toilet di Kawasan Daya Tarik Wisata Pantai Padang telah diinstruksikan untuk membersihkan lantai dan kloset secara berkala agar terbebas dari lumut maupun genangan air.
Mereka juga diingatkan untuk memastikan pompa air berfungsi optimal, kelancaran aliran keran, serta segera memperbaiki segala bentuk kerusakan sarana seperti engsel pintu yang macet.
“Kenyamanan setiap pengunjung adalah prioritas kami. Oleh karena itu, para pengelola toilet di kawasan tersebut juga telah kami bantu dengan beberapa kaleng cat beserta perlengkapan pengerjaannya. Kami menaruh harapan besar bahwa melalui kolaborasi lintas elemen ini, wajah pariwisata Pantai Padang akan tampil semakin bersih, tertib, dan siap memukau setiap pasang mata wisatawan selama festival HJK berlangsung,” pungkasnya. (*)






