BGN Aktivasi 953 Dapur MBG di 34 Provinsi, Sasar 1,5 Juta Penerima Manfaat

Penulis -

Kamis, 5 November 2026 - 23:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) kembali memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengaktifkan 953 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di 34 provinsi.

Penambahan dapur tersebut diproyeksikan menjangkau sekitar 1,5 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menegaskan perluasan layanan MBG tidak hanya mengejar peningkatan jumlah penerima. BGN juga memastikan setiap dapur memenuhi kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan pelayanan secara optimal.

“Kami berjanji untuk mengaktivasi dapur yang telah terdaftar di portal mitra secara bertahap dan berhati-hati, dengan mengutamakan asas kebermanfaatan dan kebutuhan penerima manfaat,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/11).

BGN Utamakan Kesiapan Dapur dan Keamanan Pangan

Agustina menjelaskan, BGN menerapkan sejumlah pertimbangan sebelum mengaktifkan SPPG baru. Kesiapan infrastruktur, ketersediaan tenaga pelaksana, serta kemampuan produksi dan distribusi makanan menjadi faktor utama.

BGN juga memastikan setiap dapur mampu menjalankan pelayanan sesuai standar tata kelola keamanan pangan.

“Dapur baru yang kami aktivasi adalah dapur yang dapat membuktikan kesiapannya, baik secara infrastruktur maupun personel, mampu melakukan produksi dan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai tata kelola keamanan pangan,” jelasnya.

Selain kesiapan operasional, setiap SPPG wajib memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi. Salah satunya melalui kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk menjamin kelayakan lingkungan pengolahan makanan.

Aktivasi SPPG Berlanjut hingga November 2026

Perluasan layanan MBG berlangsung secara bertahap. Pada Oktober 2026, BGN telah menginisiasi aktivasi 1.460 SPPG yang tersebar di 32 provinsi.

Seluruh dapur tersebut berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi.

Memasuki November, BGN melanjutkan program dengan mengaktifkan 953 SPPG di 34 provinsi. BGN juga merencanakan aktivasi SPPG baru dalam jumlah serupa pada pekan berikutnya.

Baca Juga :  Jelang Akhir Tahun, Kemendagri Minta Daerah Waspadai Terjadinya Kenaikan Inflasi

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses makanan bergizi sekaligus meningkatkan pemerataan pelayanan di berbagai daerah.

Ibu Hamil, Balita, dan Santri Jadi Prioritas

BGN mengarahkan perluasan SPPG ke wilayah yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi masyarakat. Daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi serta kawasan 3T menjadi sasaran utama.

Kelompok penerima manfaat prioritas mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta santri di lingkungan pesantren.

“Dapur-dapur ini kami arahkan ke daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi serta daerah tertinggal, terdepan dan terluar. Prioritas penerima manfaat meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita serta santri di lingkungan pesantren,” jelas Arum.

Penentuan lokasi tersebut bertujuan agar program MBG menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi secara lebih intensif.

BGN Tegaskan Aktivasi SPPG Tanpa Pungutan

BGN juga mengingatkan calon mitra dan masyarakat agar mengikuti seluruh mekanisme aktivasi melalui sistem resmi. Proses tersebut tidak memerlukan pembayaran kepada pihak mana pun.

Agustina menegaskan bahwa masyarakat perlu mewaspadai pihak yang mengatasnamakan BGN untuk meminta imbalan dalam proses pembukaan dapur MBG.

“Pembukaan SPPG berjalan lewat sistem. Tidak ada pihak yang berwenang mengatasnamakan BGN untuk meminta ketidakseimbangan. Jika Bapak dan Ibu berbohong, simpan buktinya dan laporkan kepada pihak berwajib,” tegasnya.

BGN akan melanjutkan aktivasi SPPG secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kesiapan operasional setiap wilayah.

Dukungan pemerintah daerah, pesantren, dan media juga diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program. Dengan demikian, perluasan MBG dapat berjalan lebih merata dan menjangkau penerima manfaat secara tepat sasaran. (*)

Berita Terkait

BGN Targetkan 10.000 Dapur MBG Terapkan Sistem Prasmanan hingga Akhir 2026
BGN Targetkan Digitalisasi Belanja 26.700 Dapur SPPG Mulai Januari 2027
BGN Suspend 6.097 SPPG yang Tidak Tertib Laporkan Penggunaan Dana MBG
Presiden Prabowo Copot Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan
MUI Percepat Kajian Fatwa Vape, Libatkan Pemerintah hingga Pelaku Usaha
BPOM Temukan Etomidat dan Ketamin dalam Vape, Ini Risiko Kesehatannya
Geger Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo: KSP Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polisi Jadi Tersangka
Polri Mutasi Lima Pati dan Pamen, Brigjen Nariyana Jadi Kapusdokkes

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Gubernur Mahyeldi: Pendidikan Sumbar Harus Kembangkan Potensi dan Kemandirian Siswa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Disdikbud Padang Latih 350 Guru SMP Kuasai AI dan Konten Digital Pembelajaran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:19 WIB

SMPN 17 Padang Jadi Sekolah Percontohan LMS Ruang Kelas Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Ratusan Pelajar Sumbar Adu Kemampuan di Pra-OSN 2026, Siap Menuju Panggung Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Semarak HSN 2026, Ponpes Modern Hijrah Medina Lengayang Padukan Pendidikan Agama, Kreativitas dan Kewirausahaan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Inovasi Biodiesel dari Limbah, Siswa SMK SMAK Padang Raih Juara 2 dan Poster Terbaik di Lomba Kimia XXX Unand

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Sekolah di Padang Kembali Tatap Muka 22 Oktober 2026, Siswa Wajib Pakai Masker

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Disdikbud Padang Dampingi 342 Guru SD Cegah Perundungan dan Kekerasan di Sekolah

Berita Terbaru