BGN Investigasi Dugaan Keracunan MBG di Semarang, SPPG Karangturi Disuspend

Penulis -

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono mengunjungi korban dugaan keracunan MBG di Kota Semarang pada Sabtu (1/8). (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala BGN Sudaryono mengunjungi korban dugaan keracunan MBG di Kota Semarang pada Sabtu (1/8). (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Semarang, Javanusa—Sebanyak 707 warga sekolah SMK Negeri 6 Semarang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menyikapi insiden tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono turun langsung menjenguk para korban sekaligus memastikan proses investigasi dan evaluasi berjalan.

Sudaryono mengunjungi sejumlah rumah sakit di Kota Semarang pada Sabtu (1/8), yakni RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum.

Kunjungan itu setelah muncul laporan dugaan insiden keamanan pangan yang menimpa penerima manfaat Program MBG.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, sebanyak 707 orang terdampak. Jumlah tersebut terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6 Semarang yang mengonsumsi makanan MBG pada Jumat (31/7).

Sebagian besar korban mengalami keluhan seperti pusing, mual, muntah, hingga diare. Meski demikian, hanya sebagian kecil yang memerlukan perawatan di fasilitas kesehatan.

“Jadi ini saya kunjungan ke Semarang merespons dari laporan adanya keracunan dari SMK Negeri 6 Semarang ya. Jadi ada sekitar 700-an sekian, kemudian sebagian itu kemudian ada yang mual, ada yang buang air dan seterusnya. Dari sekitar 700-an itu yang dirawat 13. Ada yang di rumah sakit, ada yang di puskesmas. Alhamdulillah tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik,” ujar Sudaryono.

Dugaan Penyebab Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Sementara itu, BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab insiden tersebut.

Hasil investigasi awal mengarah pada beberapa bahan makanan yang digunakan dalam menu MBG. Selain itu, tim juga menduga proses memasak dilakukan terlalu jauh sebelum makanan didistribusikan kepada siswa.

“Sejauh ini investigasi yang kami terima adalah ada beberapa bahan, ya ada daun singkong, ada bumbu rendang dan lain-lain, kita lagi cek minta dari Dinas Kesehatan untuk dicek lab-nya. Kita butuh waktu paling tidak 5 hari kerja sampai hasilnya keluar. Kemudian kita bisa lihat hasil lab-nya. Tapi sejauh ini investigasi kita adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal,” kata Sudaryono.

Baca Juga :  Waspada Kebakaran di Cuaca Panas, BPBD Padang Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Ia menegaskan, BGN belum menarik kesimpulan akhir sebelum hasil laboratorium diterima.

BGN Percepat Sistem Digital Pengawasan Dapur MBG

Sebagai langkah pencegahan, BGN mempercepat penerapan sistem digital untuk mengawasi seluruh proses produksi makanan MBG.

Melalui sistem tersebut, setiap tahapan akan tercatat secara otomatis, mulai dari waktu bahan dipotong, proses memasak, menu yang disiapkan, hingga jenis bumbu yang digunakan. Data itu nantinya dapat dipantau secara menyeluruh.

“Kita sudah siapkan sistemnya. Sekarang semua dapur, Korcam dan lainnya, kita dorong bekerja menggunakan sistem. Jadi kapan kol mulai dicacah, kapan dimasak itu semua kita lock. Mudah-mudahan satu sampai dua minggu ini selesai. Orang tua siswa, guru, bahkan Dinas Kesehatan nantinya bisa melihat jam berapa dimasak, apa saja menunya, dan bumbu apa yang digunakan karena semuanya tersistem dan termonitor,” jelasnya.

SPPG Karangturi Disuspend Sambil Menunggu Investigasi

Di sisi lain, Sudaryono memastikan BGN telah menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang menyiapkan makanan bagi para penerima manfaat tersebut.

Selain penghentian sementara, BGN juga memberikan surat peringatan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan layanan, termasuk pengelola SPPG, mitra, yayasan, hingga koordinator wilayah.

“Jadi dapurnya di-suspend sambil menunggu hasil investigasi. SPPG juga kita beri surat peringatan. Ada mitra, yayasan, SPPG, termasuk Korcam dan pihak terkait lainnya, semuanya kami berikan sanksi berupa peringatan,” tegas Sudaryono.

BGN menyatakan akan menunggu hasil investigasi laboratorium sebelum menentukan langkah lanjutan terkait dugaan insiden keamanan pangan dalam Program MBG di Semarang. (*)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru