BGN Tak Lagi Beri Insentif Tetap Rp6 Juta, SPPG Kini Dibayar Rp2.000 per Porsi

Penulis -

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) mulai 5 Oktober 2026 mengubah pola pemberian insentif untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Besarannya kini mengikuti jumlah porsi makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat, bukan lagi tarif tetap Rp6 juta per hari.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari penyempurnaan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang cakupannya terus berkembang. BGN menetapkan skema baru melalui Peraturan Badan Nomor 13 Tahun 2026.

Aturan itu mengatur Hari Pelayanan Efektif Program Makan Bergizi Gratis serta pemberian insentif ketersediaan dan mutu layanan SPPG.

Kepala BGN Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menjelaskan skema sebelumnya memberikan nominal insentif yang sama kepada seluruh SPPG. Padahal, setiap dapur melayani jumlah penerima manfaat yang berbeda.

“Yang sebelumnya masing-masing SPPG memberikan layanan MBG dengan jumlah penerima manfaat yang berbeda-beda, namun mendapatkan insentif yang sama yaitu Rp6 juta per hari. Itu kemudian kami sesuaikan sesuai dengan proporsionalnya, yaitu kami kembalikan menjadi Rp2.000 per porsi makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat,” ujar Sudaryono.

Dengan mekanisme baru, jumlah porsi yang dibagikan menjadi dasar perhitungan insentif ketersediaan dan mutu layanan bagi SPPG.

Rp15.000 per penerima manfaat

Sudaryono menjelaskan, insentif Rp2.000 per porsi tersebut merupakan bagian dari alokasi Rp15.000 untuk setiap penerima manfaat.

Dari total alokasi itu, BGN menetapkan Rp10.000 untuk makanan yang diterima penerima manfaat. Kemudian, Rp3.000 dialokasikan untuk operasional, sedangkan Rp2.000 menjadi insentif ketersediaan dan mutu layanan SPPG.

Selain jumlah porsi, operasional dapur juga menjadi faktor dalam pemberian insentif. SPPG hanya memperoleh insentif ketika dapur beroperasi dan memberikan layanan MBG kepada penerima manfaat.

“Melalui peraturan yang kami sebutkan tadi, itu kemudian lebih menegaskan bahwa dapur SPPG akan mendapatkan insentif manakala dapur itu beroperasi. Misalnya dapur itu mendapatkan suspend, maka dapur tidak dapat beroperasi sehingga tidak mendapatkan insentif,” jelasnya.

Baca Juga :  Mentan Amran Tanggapi Laporan Mahasiswa, Langsung Telepon Tindak Dugaan Mafia Pangan
SPPG tidak mendapat insentif saat tidak melayani

Ketentuan serupa berlaku ketika SPPG tidak memberikan layanan akibat hari libur nasional atau kondisi tertentu.

Jika kegiatan belajar mengajar berhenti sehingga penerima manfaat tidak menerima MBG, SPPG juga tidak memperoleh insentif untuk periode tersebut.

Sudaryono mencontohkan kondisi bencana alam dan kebakaran hutan yang dapat memengaruhi kegiatan belajar mengajar.

“Misalnya apakah bencana alam sebagaimana terjadi di NTT dan juga kebakaran hutan, Karhutla itu yang terjadi di beberapa titik, yang kemudian mengakibatkan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara online atau daring, maka dapur SPPG itu tidak melayani penerima manfaat dalam memberikan MBG sehingga insentif juga tidak diberikan,” ujar Mas Dar.

BGN minta seluruh pengelola memahami aturan baru

BGN berharap perubahan mekanisme tersebut dapat dipahami dan diterapkan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional SPPG.

Pihak yang dimaksud mencakup mitra dan yayasan, kepala dapur, akuntan, ahli gizi, hingga seluruh anggota tim dapur.

Dengan aturan baru ini, pemberian insentif SPPG mulai 5 Oktober 2026 mengikuti layanan yang benar-benar diberikan kepada penerima manfaat. (*)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru