BI Ungkap Rupiah Masih Undervalued, Perry Warjiyo Beberkan 7 Strategi Penguatan Nilai Tukar

Penulis -

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: BPMI Setpres)

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, Javanusa—Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan optimisme terhadap prospek nilai tukar rupiah.

Ia menyebut rupiah saat ini berada dalam kondisi undervalued. Kondisi tersebut membuka peluang penguatan seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional.

Perry menyampaikan hal itu usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen. Inflasi tetap rendah. Kredit juga tumbuh tinggi. Selain itu, cadangan devisa berada pada level kuat.

“Fundamental ini menunjukkan rupiah semestinya stabil dan cenderung menguat,” ujarnya.

Tekanan Rupiah Dipicu Faktor Global dan Musiman

Di sisi lain, Perry mengakui adanya tekanan jangka pendek terhadap rupiah. Tekanan ini dipengaruhi faktor global dan kebutuhan musiman.

Ia menyebut harga minyak dunia yang tinggi menjadi salah satu pemicu utama. Selain itu, kenaikan suku bunga Amerika Serikat turut memberi tekanan. Saat ini, yield US Treasury tenor 10 tahun berada di level 4,47 persen.

Faktor musiman turut berperan. Kebutuhan devisa meningkat untuk repatriasi dividen. Pembayaran utang luar negeri juga naik. Selain itu, kebutuhan jemaah haji ikut mendorong permintaan dolar.

BI Siapkan Tujuh Strategi Penguatan Rupiah

Untuk merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia melaporkan tujuh langkah strategis kepada Presiden. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas dan memperkuat rupiah.

Langkah pertama adalah memperkuat intervensi di pasar valuta asing. BI akan melakukan intervensi di dalam dan luar negeri. Tujuannya menjaga stabilitas nilai tukar.

Perry memastikan cadangan devisa cukup untuk mendukung kebijakan ini.

“Cadangan devisa kami memadai untuk stabilisasi rupiah,” katanya.

Langkah kedua dan ketiga fokus pada penguatan arus modal. BI mendorong inflow melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Baca Juga :  Antisipasi Inflasi, Pemko Pariaman Intensif Pantau Harga dan Gelar Pasar Murah

Upaya ini bertujuan menutup outflow dari Surat Berharga Negara (SBN) dan saham.

BI juga aktif membeli SBN di pasar sekunder. Hingga saat ini, pembelian SBN mencapai Rp123,1 triliun secara year to date.

Selain itu, BI memperkuat koordinasi dengan pemerintah. Koordinasi fiskal dan moneter dilakukan secara erat, termasuk opsi buyback oleh Kementerian Keuangan.

Likuiditas Dijaga, Pembelian Dolar Dibatasi

Langkah keempat dan kelima mencakup penjagaan likuiditas perbankan. BI memastikan likuiditas tetap longgar untuk mendukung ekonomi.

Di saat yang sama, BI membatasi pembelian dolar di pasar domestik. Batas pembelian diturunkan dari 100 ribu dolar menjadi 50 ribu dolar per orang per bulan.

Kebijakan ini dilakukan melalui koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Diperketat di Pasar Offshore dan Perbankan

Langkah keenam dan ketujuh berfokus pada penguatan intervensi di pasar offshore. BI juga meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas perbankan dan korporasi.

Pengawasan dilakukan secara intensif, terutama pada bank yang memiliki aktivitas pembelian dolar tinggi. BI mengirim pengawas langsung ke lapangan.

Koordinasi dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

“Kami pastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga melalui pengawasan yang ketat,” ujar Perry. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB