Jakarta, Javanusa—Pemerintah bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) meluncurkan program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday and Back to School 2026 untuk mendorong konsumsi masyarakat selama periode libur sekolah.
Program yang berlangsung pada 8 Juni hingga 12 Juli 2026 itu ditargetkan mampu menciptakan transaksi ekonomi hingga Rp30 triliun.
Peluncuran program berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/6). Kegiatan tersebut melibatkan sektor ritel, pusat perbelanjaan, pariwisata, transportasi, perhotelan, kuliner, ekonomi kreatif, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
BINA Menjaga Daya Beli Masyarakat
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menilai program BINA menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas perdagangan domestik.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan pengelola pusat perbelanjaan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional selama musim liburan sekolah.
“Melalui BINA Holiday and Back to School 2026, kami optimistis aktivitas ekonomi masyarakat semakin meningkat dan mampu menghasilkan transaksi hingga Rp30 triliun,” ujar Roro.
Ia menjelaskan, optimisme tersebut didukung kinerja ekonomi nasional yang terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan tersebut ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen dengan kontribusi lebih dari separuh terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Selain itu, sektor perdagangan mencatat pertumbuhan 6,26 persen (yoy), sementara Indeks Penjualan Riil meningkat 4,74 persen. Transaksi perdagangan berbasis digital juga terus mengalami kenaikan.
“Data tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat tetap terjaga dan menjadi modal penting untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Kemendag Perkuat Ekosistem Usaha dan Ekspor UMKM
Dalam kesempatan itu, Roro juga memaparkan sejumlah program yang dijalankan Kementerian Perdagangan untuk memperkuat ekosistem usaha nasional. Salah satunya melalui program Campuspreneur dan Link and Match UMKM mahasiswa dengan ritel modern yang dikembangkan bersama perguruan tinggi dan dunia usaha.
Program tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang memahami kebutuhan pasar serta memiliki akses terhadap jaringan pemasaran modern.
Selain mendorong kewirausahaan, Kemendag terus memperluas peluang ekspor bagi UMKM Indonesia melalui dukungan 46 perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara. Jaringan tersebut membantu promosi produk, penjajakan bisnis, hingga pembukaan akses pasar internasional.
“Kami ingin semakin banyak UMKM Indonesia masuk ke pasar global dan menjadi bagian dari rantai pasok dunia,” ujarnya.
Sinergi Perdagangan dan Pariwisata Selama Libur Sekolah
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai program BINA dapat memperkuat sinergi antara sektor perdagangan dan pariwisata. Menurutnya, masa libur sekolah menjadi momentum strategis untuk meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara sekaligus mendorong konsumsi masyarakat.
Pemerintah, kata Ni Luh, telah menyiapkan sejumlah stimulus transportasi guna mendukung mobilitas masyarakat. Stimulus tersebut mencakup potongan harga tiket kereta api, angkutan laut, dan berbagai insentif di sektor penerbangan.
“Program ini relevan karena menghubungkan aktivitas berwisata dengan belanja produk-produk Indonesia, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas,” katanya.
HIPPINDO Optimistis Program Capai Target
BINA Holiday and Back to School 2026 merupakan kelanjutan program BINA yang diinisiasi HIPPINDO bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak 2024. Pada pelaksanaan BINA Lebaran 2026, program tersebut berhasil membukukan transaksi Rp54,9 triliun atau melampaui target sebesar Rp53,38 triliun.
Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan peluncuran program kali ini bertepatan dengan peringatan satu dekade berdirinya HIPPINDO. Selama sepuluh tahun terakhir, organisasi tersebut berupaya memperkuat ekosistem ritel nasional melalui berbagai program kolaboratif.
Ia berharap BINA Holiday and Back to School 2026 mampu mendorong masyarakat untuk berbelanja dan berwisata di dalam negeri sehingga menghasilkan perputaran ekonomi yang lebih besar.
Senada dengan itu, Dewan Pendiri HIPPINDO Hasan Aula menyebut program BINA tidak hanya berdampak pada peningkatan transaksi ritel, tetapi juga memperkuat penggunaan produk dalam negeri serta mendukung pertumbuhan pelaku usaha nasional.
Dukungan juga datang dari Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyatakan pihaknya siap menyukseskan program tersebut melalui berbagai promosi dan kegiatan di pusat-pusat perbelanjaan di sejumlah daerah.
Peluncuran program turut dihadiri Menteri Pariwisata periode 2014–2019 Arief Yahya, Kepala Badan Pangan Nasional periode 2022–2025 Arief Prasetyo Adi, serta perwakilan dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait. (*/red)






