Jakarta, Javanusa—Menteri Pariwisata, Widiyanti, resmi meluncurkan program “BINA Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia Aja” dalam konferensi pers di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Program ini diharapkan menjadi katalis penguatan ekosistem pariwisata sekaligus mendorong belanja dalam negeri.
“Ini adalah bentuk kolaborasi yang membawa dampak langsung bagi masyarakat dan memperkuat perputaran ekonomi nasional,” ujar Menteri Widiyanti dalam sambutannya.
Program “BINA Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia Aja” merupakan implementasi gerakan nasional Belanja di Indonesia Aja (BINA).
Gerakan ini diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) untuk memperkuat perdagangan dalam negeri dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Pekan belanja ini menjadi kerja bersama Kementerian Pariwisata dan HIPPINDO, dengan melibatkan lebih dari 380 perusahaan, 80.000 gerai, dan 800 merek.
Kegiatan tersebut turut didukung Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang menaungi lebih dari 400 mal di 24 provinsi.
Melalui BINA, pemerintah berupaya menyinergikan sektor ritel dan pariwisata agar saling menguatkan. Menparekraf Widiyanti berharap target transaksi sebesar Rp30 triliun dapat tercapai selama periode kampanye.
“Belanja adalah motivasi wisata yang sangat penting. Ia mendorong perjalanan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara,” kata Menpar.
Data 2024 menunjukkan, dari rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara sebesar 1.391 dolar AS per kunjungan, sekitar 11,4 persen dialokasikan untuk belanja cinderamata.
Survei YouGov pada 2023 juga mencatat, 27 persen wisatawan Indonesia memilih destinasi wisata dengan motivasi utama berbelanja.
Menpar Widiyanti menambahkan, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) terus menunjukkan tren positif. Pada Januari–September 2025, jumlah perjalanan wisnus tercatat mencapai 901,9 juta perjalanan atau tumbuh 18,99 persen secara tahunan.
“Kami optimistis BINA akan semakin mendorong pergerakan wisatawan nusantara dan memperkuat dampaknya bagi perekonomian daerah,” katanya.
Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, menjelaskan BINA Indonesia Great Sale 2025 akan menawarkan diskon 20–80 persen. Khusus wisatawan mancanegara, tersedia tambahan diskon 11 persen untuk pembelian dengan menunjukkan paspor.
“Kami berharap kampanye ini menjadi daya tarik wisata belanja sehingga Indonesia kembali menjadi destinasi pilihan wisatawan,” ujar Budihardjo.
Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menilai gelaran Great Sale 2025 dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional menjelang akhir tahun.
“Natal dan Tahun Baru adalah puncak kedua penjualan ritel setelah Ramadhan dan Idul Fitri. Dengan koordinasi yang kuat, kami ingin memastikan kinerja ritel bisa maksimal untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Alphonzus.
Turut hadir dalam acara peluncuran pejabat eselon I dan II Kementerian Pariwisata yang mendampingi Menteri Widiyanti. (*/red)






