Karawang, Javanusa—Implementasi Biodiesel B50 menjadi tonggak baru transisi energi Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menyebut program tersebut berhasil menekan emisi karbon hingga 44 juta ton CO₂ ekuivalen sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang memimpin pengembangan energi bersih.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap dampak implementasi Biodiesel B50 saat meluncurkan program bertajuk Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Menurut Prabowo, penerapan Biodiesel B50 tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menghasilkan penurunan emisi karbon sebesar 44 juta ton CO₂ ekuivalen. Capaian tersebut membuat Indonesia menjadi perhatian berbagai negara.
“Hari ini sangat bersejarah, kita dibicarakan di dunia. Satu, kita dibicarakan kenapa? Kita leading dalam mengurangi emisi karbon, kita leading. Mereka tahu kita punya program B50. Emisi kita hemat berapa? 44 juta ton karbondioksida ekuivalen, 44 juta kita kurangi,” ujar Presiden.
Transisi Energi Tingkatkan Kepercayaan Dunia
Prabowo menilai keberhasilan pengembangan Biodiesel B50 menunjukkan kemampuan Indonesia menjalankan transisi energi tanpa membebani masyarakat. Ia mengaku banyak pemimpin dunia mulai menaruh perhatian terhadap langkah yang ditempuh Indonesia.
“Hari ini saya sengaja saya hadir, ini adalah hari penuh kebanggaan, akan dikenang dan sekarang pun sudah membuat dunia buka mata. Saya kaget sendiri, tokoh-tokoh dunia membicarakan Indonesia. Indonesia kok berhasil? Indonesia kok tidak panik? Indonesia kok tidak naikin harga BBM untuk rakyat kecil?” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih percaya pada kemampuan bangsa sendiri. Menurutnya, berbagai keberhasilan yang telah diraih harus menjadi modal membangun rasa percaya diri sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.
“Mungkin ini adalah kita terlalu lama dijajah oleh Belanda, oleh asing. Sehingga yang timbul adalah rasa rendah diri, bukan rasa rendah hati. Minderwertigkeitskomplex. Inferiority complex. Kita koreksi,” tutur Prabowo.
Pemerintah Siapkan Proyek Energi Surya Skala Besar
Selanjutnya, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan program B50 menjadi pijakan untuk mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas besar.
Prabowo menyebut Indonesia menargetkan pembangunan pembangkit tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt. Sebagai tahap awal, PLN akan memulai pembangunan dengan kapasitas 17 gigawatt pada tahun ini.
“Bagaimana nanti kalau kita juga sudah diketahui oleh pemimpin dunia, kita diketahui kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya, 100 gigawatt. Tahun ini PLN akan mulai dengan 17 gigawatt tahun ini. 100 gigawatt dalam 2 tahun,” ujarnya.
Pemerintah Tetap Fokus Hadirkan Solusi
Di akhir sambutannya, Prabowo mengakui setiap kebijakan strategis akan menghadapi kritik dan keraguan. Meski demikian, pemerintah memilih tetap fokus bekerja untuk menghadirkan solusi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan berbagai program strategis akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan demi memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Yang penting hati kita bersih, kerja untuk bangsa, kerja untuk rakyat, cari solusi. Cari solusi untuk mengurangi kesulitan rakyat,” tandas Presiden. (*)






