Biosecurity Jadi Pertahanan Baru, Menkes: Ancaman Kesehatan Lebih Berbahaya dari Perang Militer

Penulis -

Kamis, 21 Agustus 2025 - 01:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Budi Gunadi Sadikin foto bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam kunjungan ke Marshall Area Yonif TP 843 Patriot Yudha Vikasa, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8). (Foto: Kemenkes)

Menkes Budi Gunadi Sadikin foto bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam kunjungan ke Marshall Area Yonif TP 843 Patriot Yudha Vikasa, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8). (Foto: Kemenkes)

Jakarta, Javanusa—Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kesehatan kini harus dipandang sebagai bagian dari sistem pertahanan nasional.

Ancaman biosecurity seperti pandemi, penyakit tidak menular, hingga bencana alam dinilai lebih berbahaya dibandingkan perang bersenjata.

“Masalah kesehatan merupakan ancaman yang sangat besar bagi keamanan bangsa,” kata Menkes saat mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam kunjungan ke Marshall Area Yonif TP 843 Patriot Yudha Vikasa, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8).

Budi mengingatkan, pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bahwa kesehatan tidak bisa ditangani hanya oleh Kementerian Kesehatan.

Keberhasilan vaksinasi nasional selama 18 bulan untuk 270 juta rakyat, menurutnya, hanya tercapai berkat dukungan lintas sektor, termasuk TNI.

“Januari 2021 vaksinasi dimulai. Tiga bulan angkanya tidak naik signifikan. Akhirnya saya lapor ke Presiden bahwa sosialisasi tidak bisa dilakukan sendiri, harus melibatkan sektor lain,” jelasnya.

Kesehatan sebagai Isu Pertahanan

Menkes mencontohkan sejarah jumlah tentara yang gugur akibat peluru lebih sedikit dibandingkan yang meninggal karena penyakit.

“Perang Dunia II menewaskan puluhan juta orang. Ada yang lebih besar dari itu, yaitu perang melawan patogen,” katanya.

Menurutnya, paradigma perang modern kini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga mencakup perang ekonomi, informasi, kesehatan, dan biosecurity. Karena itu, kolaborasi dengan TNI dinilai penting dalam membangun pertahanan kesehatan nasional.

Peran TNI dalam Kedaruratan Kesehatan

Indonesia termasuk negara rawan bencana seperti banjir, gempa, dan longsor. Dalam kondisi darurat, TNI disebut sebagai institusi yang paling cepat merespons.

Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama TNI telah membentuk Emergency Medical Team (EMT) untuk menghadapi bencana maupun ancaman non-militer seperti pandemi.

Selain itu, Menkes menilai perlunya pasukan cadangan kesehatan yang siap diterjunkan menghadapi situasi darurat, sebagaimana saat pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Benarkah Bawang Putih Ampuh Atasi Jerawat? Simak Penjelasan Medisnya
Tiga Pilar Ketahanan Kesehatan

Menkes menegaskan, membangun ketahanan kesehatan membutuhkan kerja sama erat lintas pusat dan daerah. Ada tiga fungsi utama yang harus dijalankan:

    1. Keamanan terhadap pandemi.
    2. Keamanan terhadap bencana alam.
    3. Keamanan teritorial untuk melindungi soft power bangsa.

“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kesehatan rakyat Indonesia dari ancaman musuh yang tidak terlihat seperti Covid-19,” tutup Menkes. (*/red)

Sumber: Kemenkes

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB