BMKG: El Nino 2026 Masuk Fase Kuat, Pemerintah Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla Nasional

Penulis -

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani saat rapat terbatas mengenai Penanganan Cuaca Ekstrem dan Penanganan Bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Foto: BMKG)

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani saat rapat terbatas mengenai Penanganan Cuaca Ekstrem dan Penanganan Bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Foto: BMKG)

Jakarta, Javanusa—BMKG memastikan fenomena El Nino 2026 telah memasuki fase kuat dan berpotensi berkembang menjadi sangat kuat dalam beberapa bulan ke depan.

Kondisi ini diperkirakan memicu musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga meningkatkan ancaman kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gangguan pada berbagai sektor strategis.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan kondisi tersebut saat rapat terbatas mengenai Penanganan Cuaca Ekstrem dan Penanganan Bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurut Faisal, El Nino dinyatakan aktif ketika suhu permukaan laut di wilayah tengah Samudra Pasifik meningkat lebih dari 0,5 derajat Celsius. Berdasarkan pemantauan BMKG, indikator tersebut kini telah melampaui ambang batas.

“El Nino itu terjadi ketika suhu di permukaan laut, tepatnya di tengah Samudra Pasifik, naik lebih tinggi dari 0,5 derajat Celsius. Jika sudah melewati batas itu, kita mengatakan sudah masuk dalam kondisi El Nino aktif. Nah, untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino Kuat. Jadi kita perlu mengantisipasinya,” kata Faisal.

BMKG juga mencatat Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral. Namun, fenomena tersebut diperkirakan bergeser ke fase positif pada periode September hingga Desember 2026 yang dapat memperkuat dampak musim kemarau.

Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus di sekitar 48,84 persen wilayah Indonesia, kemudian berlanjut pada September dengan cakupan sekitar 25,41 persen wilayah.

Presiden Instruksikan Antisipasi Kekeringan

Dalam rapat yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pemerintah membahas langkah antisipasi terhadap dampak El Nino, terutama risiko kekeringan, karhutla, dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Baca Juga :  Dokter Warga, Progul Wali Kota Padang Berikan Layanan Kesehatan Langsung ke Rumah Pasien

Presiden Prabowo Subianto mengarahkan seluruh kementerian dan lembaga agar memperkuat upaya menjaga ketersediaan air sekaligus mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Menindaklanjuti arahan tersebut, BMKG menetapkan dua fokus utama dalam strategi mitigasi nasional.

“Antisipasi kemarau yang bersamaan dengan El Nino di tahun ini ada dua fokus utama. Pertama, terkait dengan ketersediaan air melalui pengisian waduk-waduk dengan metode modifikasi cuaca dan lain sebagainya. Kedua, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pembasahan pada lahan-lahan yang rentan atau sudah terbakar,” ujar Faisal.

Lima Provinsi Jadi Prioritas Pengawasan

BMKG memperkirakan risiko kebakaran hutan dan lahan mulai meningkat sejak Juli dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026.

Wilayah dengan potensi tertinggi diprediksi meluas di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Karena itu, BMKG menetapkan lima provinsi sebagai prioritas pengawasan, yakni Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Selain menghadapi musim kemarau, pemerintah juga mulai mempersiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah menjelang akhir tahun.

“Jadi, tidak hanya terkait dengan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga bencana-bencana hidrometeorologi basah. Ini sekaligus sebagai persiapan kita untuk menghadapi akhir tahun nanti ketika hujan kembali datang, di mana akan ada ancaman bencana hidrometeorologi basah seperti siklon tropis dan sebagainya.”

Operasi Modifikasi Cuaca Terus Diperkuat

BMKG bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus memperluas pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah pencegahan dampak El Nino.

Pelaksanaan OMC mengacu pada data meteorologi, tinggi muka air tanah di kawasan gambut, serta pemantauan titik panas atau hotspot agar intervensi dilakukan secara tepat sasaran.

Baca Juga :  Sewindu PSN, Ini 5 Jalan Tol PSN yang Telah Rampung Pembangunannya  

“Kita menjaga agar permukaan air tetap pada kondisi normalnya sehingga gambut tetap jenuh basah dan tidak mudah terbakar,” jelas Faisal.

Selain mencegah karhutla, OMC juga dimanfaatkan untuk menjaga pasokan air di sejumlah waduk strategis. Salah satu lokasi pelaksanaannya berada di kawasan Danau Toba guna mempertahankan tinggi muka air untuk irigasi, penyediaan air bersih, serta operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

BMKG Berikan Rekomendasi untuk Berbagai Sektor

Menghadapi dampak El Nino, BMKG menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah dan pemangku kepentingan.

Pada sektor pengelolaan lahan, BMKG mendorong peningkatan pemantauan hotspot, patroli terpadu, pembasahan lahan gambut, pembangunan sekat kanal, serta penegakan hukum terhadap pembakaran lahan.

Di bidang kesehatan, BMKG merekomendasikan penguatan pemantauan kualitas udara, pengembangan sistem peringatan dini berbasis konsentrasi PM2.5, peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan, dan pengawasan terhadap kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Untuk sektor pertanian dan pangan, BMKG menyarankan percepatan masa tanam sebelum puncak defisit air, penggunaan varietas tanaman berumur genjah, prioritas distribusi air pada fase pertumbuhan kritis, serta pembatasan pembukaan lahan di wilayah yang sangat rawan kekeringan.

Pada sektor ekonomi, BMKG menilai prediksi musim perlu dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan pengendalian inflasi pangan, pemantauan produksi, serta koordinasi ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, di sektor energi, BMKG mendorong pengelolaan waduk berbasis prakiraan cuaca agar pasokan air tetap optimal bagi PLTA, irigasi, dan kebutuhan masyarakat. Diversifikasi energi melalui pemanfaatan PLTG, PLTU, tenaga surya, dan angin juga menjadi bagian dari strategi adaptasi menghadapi El Nino.

BMKG menegaskan koordinasi lintas sektor dan pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi, serta geofisika menjadi kunci untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi dampak El Nino, menjaga ketahanan sumber daya air, serta menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah. (*)

Baca Juga :  Bupati Dharmasraya Buka Khidmatul Ummah Ponpes Sumatera Thawalib Parabek Bukittingi-Agam

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru