Padang, Javanusa—BMKG Maritim Teluk Bayur memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Sumatera Barat (Sumbar) pada 16–19 Oktober 2026.
Nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir perlu mewaspadai kondisi laut sebelum melakukan aktivitas.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, meminta pengguna jasa laut memperhatikan perkembangan cuaca dan gelombang selama periode tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pelaku pelayaran, mencermati prakiraan ini dan memastikan kondisi cuaca mendukung sebelum melaut,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).
BMKG memperkirakan gelombang laut bervariasi dari kategori rendah hingga tinggi dalam tiga periode prakiraan. Perairan Barat Pagai dan Timur Pagai menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi mengalami gelombang hingga 4 meter.
Prakiraan Gelombang 16–17 Oktober 2026
Pada 16 Oktober pukul 07.00 WIB hingga 17 Oktober pukul 06.00 WIB, cuaca di sejumlah perairan Sumbar diperkirakan cerah berawan hingga hujan ringan.
Potensi hujan ringan mencakup perairan Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Angin bertiup dari tenggara atau timur dengan kecepatan 2–13 knot. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,3–2,7 meter, sehingga sebagian wilayah berpotensi mengalami gelombang tinggi.
Gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Sementara itu, gelombang kategori tinggi dengan ketinggian 2,5–4 meter berpotensi melanda perairan Barat Pagai, Barat Siberut, dan Timur Pagai.
Gelombang Diperkirakan Menurun pada 17–18 Oktober
Memasuki 17 Oktober pukul 07.00 WIB hingga 18 Oktober pukul 06.00 WIB, cuaca diperkirakan berawan hingga hujan ringan. Hujan ringan berpotensi terjadi di perairan Agam–Pasaman Barat, Barat Siberut, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Arah angin masih bertiup dari tenggara atau timur dengan kecepatan 2–13 knot. Namun, tinggi gelombang diperkirakan menurun menjadi 1,2–2,3 meter.
Meski demikian, gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter masih berpotensi terjadi di sembilan wilayah perairan, yaitu Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Karena itu, nelayan dan pelaku pelayaran tetap perlu memantau kondisi laut sebelum menentukan jadwal keberangkatan.
Gelombang Tinggi Kembali Berpotensi pada 18–19 Oktober
Pada 18 Oktober pukul 07.00 WIB hingga 19 Oktober pukul 06.00 WIB, cuaca diperkirakan berawan hingga hujan ringan. Potensi hujan ringan mencakup perairan Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, dan Timur Sipora.
Khusus perairan Timur Siberut, BMKG memperkirakan potensi udara kabur.
Angin tetap bertiup dari tenggara atau timur dengan kecepatan 2–13 knot. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar 1,1–2,6 meter, dari kategori rendah hingga tinggi.
Gelombang sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Adapun gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5–4 meter kembali berpotensi terjadi di perairan Barat Pagai dan Timur Pagai.
Jadwal Pasang Surut 16 Oktober 2026
Selain prakiraan gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur menyampaikan prediksi pasang surut untuk Jumat, 16 Oktober 2026.
Air pasang diperkirakan terjadi pada pukul 06.00–10.00 WIB dan 18.00–22.00 WIB. Sementara itu, air surut berpotensi terjadi pada pukul 01.00–04.00 WIB dan 12.00–15.00 WIB.
Informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat pesisir dan pengguna jasa laut dalam merencanakan aktivitas sesuai kondisi setempat.
BMKG Imbau Nelayan Pantau Informasi Cuaca
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan gelombang melalui kanal resmi. Nelayan serta pelaku pelayaran juga perlu memastikan kondisi laut mendukung sebelum memulai perjalanan.
Informasi prakiraan maritim terbaru dapat diakses melalui situs resmi BMKG di maritim.bmkg.go.id.
Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan peringatan gelombang tinggi, terutama saat beraktivitas di perairan yang berpotensi mengalami gelombang hingga 4 meter. (*)






