BNN Bongkar Laboratorium Sabu Rumahan di Kaki Bukit Ngalau Padang, Satu Pelaku Ditangkap dan Dua Masuk DPO

Penulis -

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pondok terpencil di kaki Bukit Ngalau, Tarantang, Kota Padang yang dijadikan laboratorium sabu. (Foto: BNN RI)

Pondok terpencil di kaki Bukit Ngalau, Tarantang, Kota Padang yang dijadikan laboratorium sabu. (Foto: BNN RI)

Padang, Javanusa—Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Polresta Padang mengungkap laboratorium rahasia pembuat sabu di sebuah gubuk terpencil di kawasan kaki Bukit Ngalau, Tarantang, Kota Padang.

Pengungkapan ini mengungkap pola baru jaringan narkotika yang memanfaatkan lokasi terpencil serta bahan baku legal untuk memproduksi sabu secara ilegal.

Penggerebekan berlangsung pada Selasa (23/6/2026) setelah tim gabungan melakukan penyelidikan intensif selama sekitar dua bulan.

Operasi tersebut berhasil menghentikan aktivitas produksi sabu sebelum hasilnya beredar lebih luas di masyarakat.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Brigjen Pol. Dr. Aswin Sipayung, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Pengungkapan ini adalah buah dari ketelitian tim gabungan dalam menganalisis data. Kita berhasil menggerebek aktivitas ini sebelum narkotika jenis sabu yang mereka produksi menjangkau masyarakat lebih luas,” ujar Brigjen Pol. Aswin Sipayung dalam keterangan persnya, Kamis (25/6/2026).

Pelaku Pesan Bahan Kimia Secara Online

Hasil penyelidikan menunjukkan para pelaku berupaya menghilangkan jejak digital maupun fisik selama menjalankan operasinya.

Mereka membeli bahan kimia, prekursor, serta berbagai peralatan laboratorium melalui platform daring, kemudian merakit seluruh perangkat di gubuk yang jauh dari permukiman warga.

Selain memilih lokasi yang sulit dijangkau, jaringan tersebut juga menggunakan bahan farmasi legal sebagai bagian dari proses produksi.

Petugas menemukan pelaku mengekstrak sekitar sembilan dus obat Bronchitin atau diperkirakan mencapai 45.000 butir untuk memperoleh kandungan pseudoefedrin. Senyawa tersebut kemudian diolah melalui proses destilasi sebagai bahan baku pembuatan sabu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aktivitas laboratorium gelap itu telah berlangsung sejak 2025.

Satu Tersangka Diamankan, Dua Orang Masih Diburu

Dalam perkara ini, aparat mengidentifikasi tiga orang yang memiliki peran berbeda dalam jaringan lokal tersebut.

Baca Juga :  Gudang Ikan di Tanah Beroyo Padang Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp600 Juta

Petugas telah menangkap SES yang diduga menjadi pemodal sekaligus membantu proses produksi sabu.

Sementara itu, dua pelaku lainnya masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). SR diduga berperan sebagai peracik atau “koki” sabu, sedangkan RL bertugas membantu proses produksi sekaligus mendistribusikan hasilnya.

Barang Bukti Produksi Sabu Disita

Dari lokasi laboratorium, tim gabungan menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam proses pembuatan narkotika, meliputi:

    • Sabu siap edar.
    • Bahan kimia cair sebanyak 1.730 ml.
    • Bahan kimia padat seberat 585,44 gram.
    • Prekursor jenis Toluene sebanyak 580 ml.
    • Prekursor jenis Asam Sulfat sebanyak 310 ml.

Barang bukti tersebut menunjukkan laboratorium memiliki kemampuan memproduksi sabu dalam jumlah yang tidak sedikit.

Tersangka Terancam Hukuman Maksimal 20 Tahun

SES kini dijerat dengan pasal berlapis berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman penjara paling lama 20 tahun.

Brigjen Pol. Aswin Sipayung menegaskan pengungkapan tersebut menjadi peringatan bahwa jaringan narkotika terus mengembangkan modus operandi baru dengan memanfaatkan lokasi yang tersembunyi.

“Kami tidak akan membiarkan celah sekecil apa pun bagi peredaran narkotika. Penangkapan ini adalah komitmen nyata kami untuk melindungi masyarakat,” tegasnya.

BNN RI juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, terutama penggunaan bahan kimia dalam jumlah besar atau kegiatan yang tidak lazim.

Masyarakat diminta segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum agar peredaran narkotika dapat dicegah sejak dini. (*/red)

Berita Terkait

Selama Porprov Sumbar 2026, PKL Dilarang Berjualan di Dalam Portal GOR H. Agus Salim
Truk CPO Terguling di Singuntur Mudo, Arus Padang–Painan Buka-Tutup
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Buntut Temuan Klaster Mewah
7 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Panyalaian, Diduga Dipicu Rem Pikap Bermasalah
Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya, 20 Rumah dan Sejumlah Fasilitas Rusak
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Manggarai Barat
Musik Karaoke Terlalu Keras, Satpol PP Padang Tegur Pemilik Warung
Cegah Balap Liar, Polresta Padang Amankan 15 Motor Berknalpot Brong

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru