Javanusa.com—Banyak wanita ragu untuk mendonorkan darah saat sedang menstruasi karena khawatir berdampak pada kesehatan. Padahal, donor darah saat haid umumnya tetap diperbolehkan selama kondisi tubuh sehat dan seluruh persyaratan medis terpenuhi.
Donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dapat membantu menyelamatkan nyawa. Namun, tidak sedikit perempuan yang bertanya apakah menstruasi menjadi penghalang untuk mendonorkan darah.
Secara umum, wanita yang sedang haid tetap boleh melakukan donor darah. Menstruasi bukan merupakan larangan selama calon pendonor memenuhi seluruh syarat kesehatan yang berlaku, termasuk memiliki kadar hemoglobin yang mencukupi.
Meski demikian, setiap penyelenggara donor darah dapat menerapkan kebijakan berbeda. Beberapa lokasi meminta calon pendonor menunggu sekitar tiga hingga lima hari setelah menstruasi berakhir.
Pertimbangannya berkaitan dengan perubahan komposisi darah selama masa haid, terutama penurunan volume plasma yang dapat memengaruhi kualitas darah yang didonorkan.
Sebelum memutuskan donor darah saat menstruasi, pastikan tubuh cukup beristirahat dengan tidur selama 6–8 jam pada malam sebelumnya dan memberi waktu istirahat setelah proses donor selesai.
Syarat Donor Darah Saat Menstruasi
Meski diperbolehkan, ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi agar donor darah tetap aman bagi pendonor maupun penerima.
1. Kadar hemoglobin harus normal
Menstruasi dapat menurunkan kadar hemoglobin pada sebagian wanita. Karena itu, setiap calon pendonor wajib menjalani pemeriksaan hemoglobin sebelum donor darah.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin berada di bawah batas yang ditentukan, petugas akan menyarankan donor ditunda hingga nilainya kembali normal.
2. Tidak mengalami nyeri haid yang berat
Kram atau nyeri haid yang cukup berat dapat menjadi alasan untuk menunda donor darah. Kondisi ini terjadi karena kontraksi rahim yang dipicu peningkatan prostaglandin.
Apabila tubuh sudah mengalami nyeri akibat menstruasi, donor darah berpotensi membuat rasa tidak nyaman semakin terasa. Oleh sebab itu, sebaiknya tunggu hingga kondisi tubuh membaik.
3. Tidak mengalami perdarahan menstruasi berlebihan
Wanita dengan perdarahan haid yang sangat banyak tidak dianjurkan mendonorkan darah.
Perdarahan berlebihan dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi dan anemia. Jika tetap melakukan donor darah, tubuh berisiko menjadi lebih lemas, mudah pusing, atau mengalami penurunan stamina.
4. Kondisi tubuh sedang sehat
Selain menstruasi, kondisi kesehatan secara umum juga menjadi faktor penting.
Seseorang tidak boleh mendonorkan darah apabila sedang mengalami demam, batuk berdahak, merasa tidak enak badan, atau memiliki penyakit tertentu seperti gangguan pembekuan darah bawaan, HIV, babesiosis, maupun penyakit Chagas.
5. Tidak mengonsumsi obat tertentu
Penggunaan beberapa jenis obat juga menjadi pertimbangan sebelum donor darah.
Obat seperti antibiotik, steroid, pengencer darah, hingga obat pencegahan HIV dapat memengaruhi kualitas darah sehingga pendonor biasanya diminta menunda donor hingga penggunaan obat selesai sesuai ketentuan.
Tips Aman Donor Darah Saat Haid
Apabila ingin donor darah saat sedang menstruasi, persiapan yang baik dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap optimal.
Beberapa hal yang disarankan antara lain:
-
- Tidur cukup pada malam sebelum donor darah.
- Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya zat besi, seperti sayuran hijau, daging merah, dan ikan.
- Menghindari makanan tinggi lemak sebelum donor.
- Memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup.
Setelah donor darah, tetap jaga hidrasi tubuh dan konsumsi makanan kaya zat besi untuk membantu pemulihan. Sebagian orang mungkin mengalami pusing ringan setelah donor, dan kondisi tersebut umumnya akan membaik setelah beristirahat.
Namun, bila keluhan berlanjut atau muncul gejala yang tidak biasa, termasuk perdarahan yang semakin berat, segera periksakan diri ke dokter.
Sebelum menjalani donor darah, jangan lupa memberi tahu petugas kesehatan apabila Anda sedang menstruasi. Informasi tersebut membantu tenaga medis memastikan donor darah berlangsung aman sesuai kondisi kesehatan Anda. (*)






