Bromo Kembali Dibuka, Menpar Dorong Pemulihan Pariwisata Beriringan dengan Kelestarian Alam

Penulis -

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka setelah kebakaran. (Foto: Dok. Kemenpar)

Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka setelah kebakaran. (Foto: Dok. Kemenpar)

Bromo, Javanusa—Kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, kembali menerima wisatawan setelah penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selesai dilakukan.

Pemerintah berharap pembukaan ini menghidupkan kembali aktivitas pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Gunung Bromo resmi dibuka untuk kunjungan mulai Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB. Balai Besar TNBTS mengambil keputusan tersebut setelah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi kawasan pascakebakaran.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut pembukaan kembali destinasi tersebut. Menurutnya, kabar itu penting bagi wisatawan dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata Bromo.

“Kami menyambut baik dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo. Ini menjadi kabar baik bagi wisatawan, sekaligus bagi masyarakat dan seluruh pelaku usaha pariwisata yang aktivitas ekonominya bergantung pada ekosistem pariwisata Bromo,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Penanganan Kebakaran Berlangsung 13 Hari

Pembukaan kawasan Bromo berlangsung setelah operasi terpadu penanganan kebakaran selama 13 hari. Petugas kemudian melakukan pendinginan, penyisiran, serta pemantauan untuk memastikan kawasan berada dalam kondisi aman bagi wisatawan.

Widiyanti juga mengapresiasi kerja bersama berbagai pihak selama proses penanganan. Unsur yang terlibat antara lain Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.

Menurut Menpar, kembalinya aktivitas wisata Bromo memiliki dampak lebih luas daripada sekadar pemulihan kunjungan. Pergerakan wisatawan juga berkaitan langsung dengan pendapatan berbagai sektor usaha di sekitar destinasi.

“Pariwisata mempunyai mata rantai ekonomi yang panjang. Ketika sebuah destinasi harus ditutup karena kondisi darurat, dampaknya juga dirasakan oleh pemandu wisata, pengemudi jip, pengelola homestay dan hotel, rumah makan, pedagang, hingga UMKM. Karena itu, kita berharap dibukanya kembali Bromo juga mempercepat pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Menpar Widiyanti.

Baca Juga :  47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru

Sejalan dengan pembukaan tersebut, Kementerian Pariwisata terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Langkah itu bertujuan mendukung pemulihan sektor pariwisata sekaligus memastikan wisatawan memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi destinasi.

Menikmati Bromo Berarti Ikut Menjaga Bromo

Meski kembali dibuka, pemerintah meminta wisatawan tetap meningkatkan kewaspadaan. Musim kemarau masih berlangsung sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan perlu mendapat perhatian serius.

Wisatawan wajib mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan TNBTS. Pengunjung juga harus menjaga kebersihan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Larangan tersebut mencakup membuat perapian, membuang puntung rokok sembarangan, serta meninggalkan benda lain yang dapat menjadi sumber api.

“Bromo sudah kembali menerima wisatawan, tetapi kita semua mempunyai tanggung jawab untuk menjaganya. Menikmati Bromo berarti ikut menjaga Bromo. Jangan sampai kelalaian kita justru merusak alam yang menjadi alasan jutaan orang datang dan mengagumi kawasan ini,” kata Menpar.

Kuota Kunjungan Bromo Tetap 2.752 Wisatawan

Pemerintah tetap menerapkan kuota kunjungan sebanyak 2.752 wisatawan per hari di kawasan Bromo. Wisatawan juga mendapat imbauan untuk memesan tiket melalui kanal resmi.

Selain itu, pengunjung perlu memantau informasi terbaru dari Balai Besar TNBTS sebelum melakukan perjalanan. Kebijakan tersebut penting untuk memastikan kunjungan berlangsung aman dan sesuai kondisi kawasan.

Widiyanti menegaskan, Gunung Bromo memiliki nilai yang lebih besar daripada sekadar destinasi wisata. Kawasan tersebut merupakan bentang alam penting sekaligus ruang hidup masyarakat Tengger dengan kekayaan budaya dan lingkungan yang perlu dijaga.

“Pemulihan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan. Kita ingin aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat kembali bergerak, namun alamnya juga harus tetap terlindungi. Inilah semangat pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan yang terus kita dorong,” ujar Menpar Widiyanti.

Baca Juga :  Pesona Baru Malam Kota Tua Padang, Perpaduan Apik Seni, Budaya dan Gastronomi

Kementerian Pariwisata pun mengajak wisatawan, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata menjaga keamanan serta kelestarian Bromo. Dengan langkah bersama, kawasan tersebut diharapkan tetap menjadi salah satu kebanggaan Indonesia dan dapat dinikmati generasi berikutnya. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru