Padang, Javanusa—Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka Pelatihan Kelurahan Siaga Bencana bagi Kelurahan Ulak Karang Selatan di Pangeran Beach Hotel Padang, Senin (19/1/2026).
Pelatihan tersebut diinisiasi Daulat Institute dan mendapat dukungan PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng).
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Januari 2026. Sebanyak 39 peserta mengikuti kegiatan ini.
Peserta berasal dari Kelompok Siaga Bencana (KSB) Laut Biru, unsur kelurahan, serta pihak terkait lainnya di Kelurahan Ulak Karang Selatan.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan Kota Padang termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Indonesia. Kota ini berada di zona megathrust Mentawai dan rawan banjir, longsor, serta tsunami.
“Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat,” kata Maigus dalam sambutannya.
Maigus mengingatkan dampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 dan awal Januari 2026. Bencana tersebut merusak infrastruktur, jaringan irigasi, lahan pertanian, dan fasilitas umum.
“Kejadian itu menjadi alarm serius bagi kami agar penguatan mitigasi tidak bisa ditunda,” ujarnya.
Maigus mengapresiasi dukungan PLN UIP Sumbagteng dan Daulat Institute dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Ia menilai keterlibatan dunia usaha dan lembaga sosial memperkuat ketahanan masyarakat.
“Dukungan ini sangat berarti untuk membangun kapasitas warga menghadapi potensi bencana di Kota Padang,” tegasnya.
PLN: Bagian Program TJSL untuk Ketahanan Sosial
Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sumbagteng II, Iwan Arif Setiyawan, menyebut kegiatan ini bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN.
“Kami ingin memperkuat koordinasi dan memperjelas peran setiap pihak dalam pengurangan risiko bencana di tingkat kelurahan,” ujar Iwan.
Perwakilan Daulat Institute, Andri Rusta, mengatakan pelatihan tidak berhenti pada sesi kelas. Pihaknya telah menyiapkan program tindak lanjut.
“Kami akan menyusun peta kesiapsiagaan bencana, melakukan penanaman pohon pelindung, serta menyalurkan bantuan peralatan kebencanaan dari PLN Peduli,” kata Andri.
Pemerintah Kota Padang berharap Kelurahan Ulak Karang Selatan dapat menjadi model kelurahan tangguh bencana. Wilayah ini berada di zona pesisir dan berhadapan langsung dengan ancaman gempa serta tsunami.
Pelatihan ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan warga, mempercepat respons darurat, dan meminimalkan risiko korban saat bencana terjadi. (*/red)






