Bukan Debu Biasa, Ini Bahaya Abu Vulkanik bagi Pernapasan, Mata dan Kulit

Penulis -

Senin, 7 September 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi abu vulkanik menempel di kendaraan. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi abu vulkanik menempel di kendaraan. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Abu vulkanik bukan sekadar debu yang mengotori kendaraan atau halaman rumah. Partikelnya dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit, bahkan memperburuk penyakit tertentu.

Sekilas, abu vulkanik yang menempel pada kendaraan, atap, atau halaman rumah memang terlihat seperti debu biasa. Namun, karakter material tersebut jauh berbeda dari debu tanah atau debu rumah.

Abu vulkanik terbentuk ketika tekanan gas yang sangat kuat saat erupsi menghancurkan batuan. Material tersebut kemudian menghasilkan pecahan batuan, mineral, serta kaca vulkanik berukuran sangat kecil.

Partikelnya memiliki permukaan keras dan sudut tajam. Karakter tersebut membuat abu vulkanik bersifat abrasif dan dapat mengikis jaringan ketika masuk atau menempel pada tubuh.

Ukuran partikelnya juga beragam. Abu berukuran kurang dari 10 mikron (PM10) dapat masuk ke saluran pernapasan, sedangkan partikel berukuran di bawah 2,5 mikron (PM2.5) mampu mencapai bagian paru-paru yang lebih dalam.

Karena itu, masyarakat perlu memperlakukan abu vulkanik sebagai material yang berpotensi membahayakan kesehatan, bukan sekadar kotoran yang harus segera dibersihkan.

Dampak Abu Vulkanik terhadap Kesehatan

Kementerian Kesehatan melalui Surat Edaran Nomor KL.01.02/A/17765/2026 menjelaskan bahwa abu vulkanik dapat mengandung partikel berukuran kasar hingga sangat halus.

Pada kondisi tertentu, erupsi juga dapat membawa gas vulkanik yang bersifat iritan. Komposisi material dan tingkat bahayanya dapat berbeda pada setiap erupsi.

Paparan abu yang terbawa angin dapat menimbulkan gangguan kesehatan dalam jangka pendek. Risiko juga perlu mendapat perhatian lebih pada kelompok yang sudah memiliki penyakit tertentu.

1. Mengganggu saluran pernapasan

Abu vulkanik dapat mengiritasi hidung dan tenggorokan. Paparan juga dapat memicu batuk berdahak, sesak dada, mengi, hingga kesulitan bernapas.

Kondisi tersebut dapat menjadi lebih berat pada penderita asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), bronkitis kronis, serta penyakit jantung dan paru lainnya.

Baca Juga :  Jadwal MotoGP Inggris 2026 di Silverstone 7-9 Agustus: Putaran ke-12 Jadi Awal Persaingan Sengit Paruh Kedua Musim
2. Mengiritasi mata

Partikel abu dapat membuat mata merah, perih, gatal, berair, dan terasa seperti kemasukan benda asing.

Partikel yang memiliki permukaan tajam juga dapat menggesek permukaan mata. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan abrasi atau goresan pada kornea.

3. Memicu iritasi kulit

Kontak dengan abu vulkanik dapat menyebabkan kulit memerah, gatal, atau terasa perih. Paparan juga berpotensi memperburuk gangguan kulit yang sudah ada.

4. Mencemari makanan dan air

Abu vulkanik dapat mengontaminasi makanan serta sumber air yang terbuka. Karena itu, masyarakat perlu melindungi makanan dan tempat penampungan air selama terjadi hujan abu.

5. Meningkatkan risiko kecelakaan

Sebaran abu dapat mengurangi jarak pandang secara signifikan. Material yang menumpuk di jalan juga dapat membuat permukaan menjadi licin.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang tetap beraktivitas saat hujan abu berlangsung.

Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

Mengurangi paparan menjadi langkah penting selama terjadi sebaran abu vulkanik. Masyarakat sebaiknya mengikuti arahan otoritas dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Saat harus keluar rumah, gunakan masker N95 atau masker medis. Kacamata pelindung atau goggles serta pakaian berlengan panjang juga dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan abu.

Di dalam rumah, tutup pintu, jendela, dan lubang ventilasi dengan rapat. Langkah ini membantu mencegah abu masuk dan menumpuk di dalam ruangan.

Lindungi pula makanan, air minum, dan sumur terbuka. Gunakan penutup yang rapat agar material vulkanik tidak mencemari sumber konsumsi.

Selama hujan abu, sebaiknya hindari penggunaan lensa kontak. Gunakan kacamata biasa untuk mengurangi risiko iritasi atau cedera pada kornea.

Ketika membersihkan abu di rumah, gunakan metode wet cleaning. Basahi permukaan terlebih dahulu agar abu tidak kembali beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan.

Baca Juga :  Kota Padang Terima TKD 2024 Rp 1,69 Triliun

Masyarakat juga perlu memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi pemerintah dan otoritas terkait.

Dengan memahami karakter abu vulkanik dan menerapkan perlindungan yang tepat, risiko paparan terhadap kesehatan dapat ditekan. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru