Pessel, Javanusa—Di tengah arus modernisasi yang kian kuat, masyarakat Nagari Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali menegaskan pentingnya menjaga tradisi leluhur melalui pelaksanaan Balimau Paga, sebuah ritual adat yang sarat makna spiritual menjelang Ramadan. Tradisi ini digelar di Masjid Akbar Baiturrahman Painan, Senin (10/2/2026), sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan adat ini dihadiri Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Hendrajoni bersama unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri anggota DPRD Daerah Pemilihan I Pessel, Ketua LKAAM Pessel, Ketua KAN Nagari Painan Syafrizal Ucok, para ninik mamak, serta Bundo Kanduang. Kehadiran unsur adat dan masyarakat menandai keberlanjutan tradisi yang telah lama dipraktikkan di wilayah tersebut.
Dalam sambutan resminya, Bupati Hendrajoni menjelaskan Balimau Paga merupakan tradisi budaya Minangkabau yang mengandung makna pembersihan diri menjelang Ramadan. Kegiatan ini mencakup pembersihan area makam dan pagar kuburan leluhur, disertai doa serta refleksi diri.
Menurutnya, tradisi tersebut memuat nilai penghormatan kepada leluhur, penguatan silaturahmi melalui gotong royong, serta sarana introspeksi spiritual menjelang bulan suci. Ia juga menyampaikan bahwa nilai-nilai tersebut tetap relevan di tengah perubahan sosial.
Pemerintah Kabupaten Pessel menyatakan komitmen untuk mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah. Dukungan ini mencakup keterlibatan generasi muda serta peran ninik mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat dalam pembinaan adat.
Pada kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan warga yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan Balimau Paga. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari persiapan spiritual masyarakat Nagari Painan dalam menyambut Ramadan. (*)






