Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) mendukung penuh peluncuran Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) oleh Kementerian Komunikasi dan Digital RI sebagai langkah konkret untuk mempercepat transformasi digital di daerah.
Peluncuran tersebut dinilai menjadi momen penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul, terutama di kalangan generasi muda.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel, Avafauza Yuliasman, mengatakan kehadiran GSIH sejalan dengan visi daerah dalam memperkuat pembangunan berbasis teknologi dan inovasi.
Menurutnya, inisiatif pemerintah pusat ini sangat relevan dengan kebutuhan daerah dalam menumbuhkan ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing.
“GSIH bukan sekadar program pusat, melainkan peluang besar bagi daerah seperti Pessel untuk membangun fondasi digital yang kuat. Ini menyentuh langsung aspek pendidikan, kewirausahaan, dan penguatan UMKM,” ujar Avafauza kepada media ini, Jumat (3/10/2025).
Peluncuran GSIH secara nasional telah dilakukan di Jakarta pada Kamis (2/10/2025). Program tersebut menargetkan pencetakan empat juta talenta digital dan technopreneur muda dalam dua tahun ke depan, serta pengembangan jejaring ekosistem digital mulai dari tingkat kabupaten hingga internasional.
Di tingkat daerah, Pemkab Pessel berkomitmen untuk menyelaraskan program ini dengan agenda pembangunan daerah, terutama dalam pemberdayaan masyarakat nagari.
Menurutnya, pemerataan akses digital harus dimulai dari wilayah terluar dan terpencil agar transformasi digital tidak bersifat elitis atau hanya menjangkau kawasan perkotaan.
“Kami akan memastikan GSIH tidak hanya hadir di pusat kota, tapi juga menjangkau nagari-nagari. Literasi digital, pelatihan startup, dan dukungan UMKM akan disalurkan merata,” tegasnya.
Avafauza menekankan digitalisasi bukan semata membangun infrastruktur, tetapi juga membentuk pola pikir masyarakat agar siap menghadapi perubahan zaman.
Ia berharap program seperti GSIH dapat menjadi pemantik bagi generasi muda Pessel untuk berpikir global, berinovasi, dan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi.
“Kalau kita tidak mulai dari sekarang, kita akan tertinggal. Anak-anak muda kita harus dibekali kemampuan teknologi dan mental technopreneur. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, Pemkab Pessel akan menginisiasi kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, hingga lembaga swasta untuk mengintegrasikan pelatihan digital dan inkubasi startup lokal berbasis potensi daerah. Hal ini diharapkan membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Avafauza juga mengajak pelajar, pemuda, dan pelaku UMKM untuk mengambil peran aktif dalam program ini. Ia menilai, keberhasilan GSIH di Pessel bukan hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh semangat kolaborasi dan kemauan masyarakat untuk beradaptasi dengan teknologi.
“Dengan dukungan semua pihak dan komitmen bersama, saya yakin Pesisir Selatan bisa mencetak talenta digital yang tak kalah dengan daerah lain. Transformasi digital adalah jalan menuju kemandirian dan keadilan ekonomi,” pungkasnya. (sus)






