Pasbar, Javanusa—Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, menghadiri kegiatan peresmian program ketahanan pangan melalui penanaman pohon kelapa serentak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Pasaman, Selasa (9/9).
Kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kegiatan diawali dengan penayangan virtual transformasi Pulau Nusa Kambangan dari “pulau penjara” menjadi “pulau kemandirian”. Selanjutnya, peserta mendengarkan arahan Wakil Menteri Pertanian, Direktur Utama PT PLN, dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, menjelaskan program ini merupakan implementasi arahan Presiden melalui 13 akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Fokus utamanya memperkuat ketahanan pangan di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat.
Menurut Kunrat, Lapas Terbuka Pasaman dengan luas lahan sekitar 20 hektare akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini sebanyak 792 pohon kelapa berhasil ditanam bersama. Harapan kami, masyarakat Sumbar mampu mengelola lahan secara berdaya guna sehingga manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi mendatang. Sesuai dengan jargon kami, pemasyarakatan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, menegaskan program ini sangat penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, terutama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, atas dukungan dan kontribusinya,” tegasnya.
Program ini bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat Pasaman Barat saat ini, tetapi juga untuk kelestarian lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.
Pemda akan terus mendukung program yang berdampak positif bagi masyarakatIa menilai, pemilihan kelapa sebagai tanaman yang ditanam serentak sangat tepat karena memiliki nilai strategis dan manfaat luas.
Hampir seluruh bagian tanaman kelapa dapat dimanfaatkan, mulai dari pangan, bahan baku industri, hingga peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, kelapa juga dikenal mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah dan iklim.
“Dengan penanaman kelapa secara masif dan terencana, diharapkan Pasaman Barat dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewariskan sumber daya produktif bagi generasi mendatang,” pungkas Bupati Yulianto. (*/red)






