Bupati Yulianto Dorong Percepatan Proyek KPBU Pelabuhan Teluk Tapang

Penulis -

Sabtu, 20 September 2025 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pasbar Yulianto menghadiri konsultasi publik penyusunan studi pendahuluan Proyek KPBU Pelabuhan Teluk Tapang di Hotel Mercure Padang, Kamis (18/9). (Foto: Diskominfo Pasbar)

Bupati Pasbar Yulianto menghadiri konsultasi publik penyusunan studi pendahuluan Proyek KPBU Pelabuhan Teluk Tapang di Hotel Mercure Padang, Kamis (18/9). (Foto: Diskominfo Pasbar)

Padang, Javanusa—Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto menghadiri konsultasi publik penyusunan studi pendahuluan Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Pelabuhan Teluk Tapang.

Kegiatan ini digelar Kementerian Perhubungan melalui Pusat Pembiayaan Infrastruktur Transportasi (PPIT) di Hotel Mercure Padang, Kamis (18/9).

Konsultasi publik bertujuan menghimpun tanggapan dan masukan dari para pemangku kepentingan. Semua pandangan tersebut akan menjadi bahan penting dalam penyusunan dan pelaksanaan proyek KPBU Pelabuhan Teluk Tapang.

Dalam forum itu, Bupati Yulianto menegaskan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang merupakan perjuangan panjang yang dimulai sejak 2005.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami bisa hadir bersama pemangku kepentingan dan pelaku usaha. Rencana pembangunan pelabuhan ini sudah dirintis hampir 20 tahun,” ucapnya.

Potensi Ekonomi Pasbar

Yulianto memaparkan, Pasaman Barat memiliki luas wilayah 3.887,77 km² dengan jumlah penduduk sekitar 435 ribu jiwa. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Pasaman di timur, Samudera Hindia di barat, Kabupaten Mandailing Natal di utara, serta Kabupaten Agam di selatan.

Selain itu, potensi ekonomi sangat besar datang dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, hingga pariwisata.

Komoditas kelapa sawit misalnya, mencapai lahan 189.883 hektare dengan produksi TBS hampir 3 juta ton per tahun.

Namun, hasil produksi masih dikirim ke Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, sejauh 193 kilometer yang membutuhkan enam jam perjalanan. Kondisi ini tidak efisien dan meningkatkan biaya serta risiko kerusakan jalan.

Sejak 2005, pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan Kementerian Perhubungan melakukan berbagai kajian, mulai dari studi kelayakan, master plan, DED, hingga AMDAL.

Dermaga dibangun pada 2008. Lalu, pada 2013, Pelabuhan Teluk Tapang ditetapkan sebagai pelabuhan pengumpan regional dan naik status menjadi pelabuhan pengumpul pada 2017.

Baca Juga :  DJPb Sumbar dan Pemkab Pasbar Perkuat Sinergi untuk Percepatan Pembangunan Teluk Tapang

Pembangunan akses jalan sepanjang 43,2 km menuju pelabuhan juga terus dikebut. Saat ini hanya tersisa 5–6 km yang perlu ditingkatkan. Sejumlah jembatan sudah dibangun dengan anggaran sekitar Rp28,6 miliar.

Perlu Dukungan Pemerintah Pusat

Lebih lanjut, Yulianto menyebutkan, hingga kini total dana yang digelontorkan untuk pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang sudah lebih dari Rp 609 miliar.

Dana tersebut berasal dari APBD Kabupaten Pasaman Barat, APBD Provinsi Sumatra Barat, dan APBN. Namun, fasilitas sisi darat pelabuhan masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.

“Walaupun fasilitas darat belum selesai, aktivitas pelabuhan berupa penumpukan dan pengangkutan bijih besi sudah berjalan. Karena itu, kami berharap dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, agar pembangunan fasilitas sisi darat bisa dimulai pada 2026,” tegasnya.

Acara konsultasi publik ini menghadirkan perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.

Semua masukan yang terkumpul akan menjadi bahan penyempurnaan studi pendahuluan proyek KPBU Pelabuhan Teluk Tapang. (*/red)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB