Padang Panjang, Javanusa—Kecelakaan tragis menimpa bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan nomor polisi B 7512 FGA pada Selasa pagi (6/5/2025).
Bus tersebut terguling di Jalan Prof Hamka, Bukit Surungan, Kecamatan Padangpanjang Barat, Kota Padang Panjang, sekitar pukul 08.15 WIB.
Kendaraan yang membawa 34 penumpang ini tengah melayani rute Medan–Bekasi via Padang. Kecelakaan diduga terjadi akibat rem blong.
Baca Juga: Sistem Satu Arah di Padang Panjang Berlaku 24 Jam, Ini Penjelasan Dishub
Dilansir dari padek.jawapos.com, Kasat Lantas Polres Padang Panjang, Iptu Jamalluddin, mengonfirmasi 11 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Korban tewas terdiri dari lima laki-laki, termasuk satu anak, dan enam perempuan. Sebanyak 23 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan medis.
Seluruh korban luka dirawat di dua rumah sakit di Padang Panjang. Sebagian besar ditangani di RSUD Padangpanjang dan sisanya di RS Yarsi Padangpanjang.
Baca Juga: Hari Pertama Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah di Padang Panjang Berjalan Lancar
Lima awak bus turut menjadi korban luka, terdiri dari tiga sopir: Muhammad Seu Sibuan (50), Zulhanuar (44), dan Ronal Maunurun (50). Dua kernet yang terluka adalah Feri Sanan (32) dan Putra Irwandi (34).
Daftar Korban yang Dirawat
Beberapa penumpang yang dirawat di RSUD Padang Panjang antara lain: Fitri Lia Lestari, M. Alby Nurosyid, Fahrudin Tanjung, Ikbal Farabi, dan Arkanalgazali.
Di RS Yarsi, terdapat lima korban luka, yaitu Mario Rensus Parhusip, Siti Rahaayu, Ratna Lubis, Desmon Lumban Gaol, dan Fadillah. Kondisi korban terus dipantau oleh tim medis yang bertugas secara intensif.
Baca Juga: Baznas Padang Panjang Salurkan Bantuan Rp 33 Juta untuk 11 Korban Bencana Galodo Marapi
Polisi bersama tim gabungan telah mengevakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian. Selain itu, olah tempat kejadian perkara (TPTKP) langsung dilakukan.
Sopir dan kernet bus telah diperiksa serta menjalani tes urine. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari penyelidikan menyeluruh.
Untuk mendukung identifikasi korban, Pos DVI didirikan di RSUD Padangpanjang dengan melibatkan tenaga forensik dan instansi terkait.
Baca Juga: Dukung Balap Motor, Kapolres Padang Panjang Terima Penghargaan dari IMI Sumbar
Dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kegagalan sistem pengereman. Meski begitu, investigasi lanjutan masih berlangsung.
Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi.
Hasil penyelidikan lengkap akan disampaikan setelah seluruh bukti dikumpulkan dan dianalisis lebih lanjut oleh tim teknis. (*/red)






