Jakarta, Javanusa—Kegiatan business networking bulanan yang digelar Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI kembali mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan calon pembeli asing. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Permanent Trade Exhibition Kemendag, Jakarta, Rabu (13/5).
Forum ini menghadirkan tiga eksportir anggota InaExport serta perwakilan kedutaan dan lembaga promosi perdagangan. Negara yang terlibat meliputi Vietnam, Afrika Selatan, Timor Leste, Peru, Uni Emirat Arab, Jepang, dan Kanada.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menegaskan, kegiatan ini memperkuat ekosistem ekspor nasional. Kemendag membangun konektivitas pelaku usaha Indonesia dengan mitra dagang internasional secara langsung dan berkelanjutan.
“Business networking kali ini menghadirkan tiga UMKM dalam negeri serta perwakilan diplomatik dan lembaga promosi perdagangan internasional sebagai cara menjaring buyer asing. Upaya ini membuka peluang memperkenalkan produk berkualitas Indonesia serta mejajaki daya saing dan potensi pasarnya di luar negeri,” ujar Puntodewi.
Presentasi Produk Unggulan UMKM
Tiga pelaku usaha mempresentasikan produk unggulan mereka dalam forum tersebut. Java Halu Coffee memperkenalkan diri sebagai prosesor pascapanen kopi dengan standar specialty.
Onuka Chocolate mempromosikan cokelat berbahan kakao murni tanpa bahan tambahan buatan. PT Visio Eco Planter menampilkan wadah hortikultura berstandar ekspor untuk kondisi cuaca ekstrem.
“Setiap eksportir mendapat kesempatan untuk memaparkan keunggulan produk sekaligus mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dagang dan potensi pasar di negara-negara mitra,” ujar Puntodewi.
Apresiasi Pelaku Usaha UMKM
Perwakilan Java Halu Coffee, Rani Mayasari, mengapresiasi fasilitasi Kemendag melalui business networking tersebut. Ia menilai kegiatan ini membuka peluang nyata untuk memperluas pasar kopi Indonesia.
“Fasilitasi ini sangat efektif dan efisien. Jika pelaku usaha harus penetrasi dan riset pasar secara mandiri ke berbagai negara, tentu akan membutuhkan biaya yang besar. Kegiatan seperti ini menjadi peluang yang sangat dibutuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan calon pembeli baru,” ujar Rani.
Perwakilan Onuka Chocolate, Wiwi Paimun, juga menilai kegiatan ini membantu akses UMKM ke pasar internasional. Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih rutin dan berdampak luas bagi ekspor nasional.
“Business networking ini sangat membantu kami, UMKM di Indonesia, yang ingin mengulik akses ke luar negeri. Saya berharap, kegiatan ini bisa lebih sering diadakan tidak hanya sebagai agenda bulanan, tetapi sebagai agenda mingguan,” ujar Wiwi.
Maksimalkan Platform InaExport
Puntodewi mengajak UMKM memaksimalkan layanan InaExport untuk memperluas pasar ekspor. Platform ini menjadi instrumen promosi digital yang menghubungkan eksportir Indonesia dengan pembeli internasional.
“Platform InaExport merupakan salah satu instrumen utama kami dalam menghubungkan eksportir Indonesia dengan pasar internasional. Eksportir dapat meningkatkan visibilitas produk sekaligus terhubung dengan calon pembeli dari berbagai belahan dunia,” tutur Puntodewi.
Menurutnya, InaExport membantu meningkatkan visibilitas produk dan memperluas jaringan bisnis.
Pelaku usaha dapat mengakses InaExport secara gratis melalui https://www.inaexport.id/. (*/red)






