Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang kembali menerapkan sistem barcode dalam distribusi daging kurban bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Iduladha 2026.
Sistem ini untuk mempercepat pembagian daging sekaligus mencegah antrean panjang dan penyalahgunaan kupon.
Pemko Padang melanjutkan penggunaan sistem tersebut setelah uji coba pada 2025 dinilai berjalan efektif. Panitia menilai digitalisasi distribusi membantu proses pembagian menjadi lebih tertib dan transparan.
Ketua Panitia Kurban Pemko Padang, Didi Aryadi, mengatakan sistem barcode memudahkan peserta saat mengambil daging kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
“Sistem barcode ini sudah kita mulai sejak tahun lalu. Hasilnya efektif, sehingga tahun ini kembali diterapkan untuk memudahkan peserta,” ujar Didi Aryadi yang juga menjabat Asisten II Setdako Padang, Kamis (7/5/2026).
Cegah Kupon Ganda dan Penumpukan Massa
Sebelum sistem digital diterapkan, panitia kerap menghadapi persoalan kupon fisik yang digandakan oleh oknum tertentu. Selain itu, penumpukan peserta di kawasan RPH Dinas Pertanian juga sering memicu kemacetan.
Kasubag Bina Mental Bagian Kesra Setdako Padang, Zul Asfi Lubis, mengatakan kondisi pembagian daging sebelumnya sering tidak terkendali akibat peserta berkumpul di satu lokasi.
“Dulu pengambilan daging menumpuk di satu titik di kawasan RPH Dinas Pertanian hingga menyebabkan kemacetan total,” katanya.
Satu Barcode untuk Satu Peserta
Panitia merancang sistem barcode dengan mekanisme sederhana. Setiap peserta kurban menerima satu barcode yang dapat ditunjukkan kepada petugas melalui telepon seluler saat pengambilan daging.
Petugas kemudian memindai barcode tersebut sebelum menyerahkan daging kurban kepada peserta. Setiap peserta menerima 1,5 kilogram daging.
Setelah proses pemindaian selesai, sistem otomatis mengunci barcode sehingga tidak dapat digunakan kembali. Cara ini mampu mencegah pengambilan ganda dan memastikan distribusi berjalan adil.
Distribusi Lebih Higienis dan Ramah Lingkungan
Selain menerapkan sistem digital, Pemko Padang juga menyiapkan proses distribusi yang lebih higienis dan ramah lingkungan. Panitia tidak lagi menggunakan kantong plastik dalam pembagian daging kurban tahun ini. (*/red)






