Selain itu, mahasiswa Teknik Elektro ini mengatakan aplikasi bot telegram juga memberikan notifikasi peringatan dan saran ketika faktor risiko pasien terkena PJK tinggi, dengan notifikasi ditujukan kepada pihak keluarga atau dokter yang bertanggung jawab terhadap pasien penderita penyakit jantung koroner agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan dapat ditangani dengan cepat.
“Tidak hanya sebagai alat deteksi dan pemantauan, Vitaglise juga menggunakan terapi dengan teknologi laser tingkat rendah dan terapi panas,” ujarnya.
Terapi ini membantu pasien mengurangi penumpukan plak di pembuluh darah koroner dan mencegah kekambuhan penyakit jantung. Dengan sensor laser dioda merah dan kain fabric yang menghasilkan panas terkendali, terapi ini aman dan efektif.
Menurutnya, desain dari alat ini masih dalam bentuk prototipe/dalam tahap pengembangan, untuk kedepannya desain prototipe alat ini akan dibuat dengan bentuk yang lebih ergonomis, supaya nyaman dan mudah digunakan sehari-hari.
Vitaglise ini dikembangkan dan diimplementasikan dengan dana dari Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) karena telah lolos seleksi pendanaan pada Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKMKC) 2023 pendanaan tahun 2023.
Sumber Berita : unand.ac.id
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






