Pessel, Javanusa—Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dari Fraksi PAN, Roni Richardo mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama guru dan orang tua, untuk aktif mencegah praktik perundungan (bullying), kekerasan, dan intoleransi di lingkungan sekolah.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan yang digelar Roni di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Dapil V Pesisir Selatan, pada 16 -19 September 2025.
Kegiatan ini menyasar siswa dan guru di berbagai sekolah di Kecamatan Silaut, Lunang, Basa Ampek Balai Tapan, Ranah Ampek Hulu Tapan, dan Airpura. Selain berdialog langsung dengan siswa dan guru, Roni juga membagikan snack, susu, dan roti sebagai bentuk dukungan gizi bagi pelajar di pagi hari.
“Kami mengajak semua pihak, baik guru, siswa, maupun orang tua, untuk tidak tinggal diam terhadap segala bentuk perundungan. Ini adalah langkah awal untuk menyelamatkan masa depan generasi muda,” ujar Roni.
Roni menjelaskan bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan berulang oleh seseorang atau sekelompok orang, baik secara fisik maupun verbal, yang dapat menyebabkan trauma dan menurunkan rasa percaya diri korban.
“Contohnya seperti pemukulan, ejekan, hinaan, pengucilan, bahkan perundungan melalui media sosial. Ini sangat membahayakan psikologis anak,” ingatnya.
Ia menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program aspirasi melalui dana pokok pikiran anggota DPRD, yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan.
Tujuannya, selain menyerap aspirasi siswa, juga untuk memberikan edukasi langsung agar para pelajar memahami bahaya bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua.
Menurut Roni, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya pada poin ketiga yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan.
“Dengan pembagian makanan ringan, susu, dan roti, kami ingin mendukung peningkatan gizi siswa, sekaligus memberi semangat belajar sejak pagi,” ujarnya.
Antusiasme Siswa dan Guru
Sosialisasi tersebut disambut antusias oleh para kepala sekolah, guru, dan siswa.
Pada semua sekolah yang dikunjungi, Roni menyempatkan berdialog dan mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi para pelajar.
Karena disambut antusias warga sekolah, sehingga program kunjungan ke sekolah itu rencananya akan terus berlanjut dua kali seminggu ke berbagai sekolah lainnya di Pesisir Selatan.
“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran pelajar untuk menjauhi tindakan bullying, dan membentuk karakter generasi muda yang lebih positif dan tangguh,” tutup Roni. (yoniks)






