Cek Data Terbaru Karhutla, Pantau Hotspot Lewat SiPongi+ Kemenhut

Penulis -

Selasa, 8 September 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cek data terbaru Karhutla dan hotspot nasional melalui SiPongi+ Kemenhut

Cek data terbaru Karhutla dan hotspot nasional melalui SiPongi+ Kemenhut

Jakarta, Javanusa—Masyarakat kini dapat memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta sebaran hotspot melalui SiPongi+, sistem pemantauan milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Kemenhut terus menjalankan operasi penanganan Karhutla di sejumlah provinsi prioritas. Berdasarkan pantauan terbaru, jumlah hotspot nasional menunjukkan tren penurunan.

Informasi tersebut dapat masyarakat akses melalui kanal resmi Kementerian Kehutanan. Data pemantauan Karhutla tersedia melalui layanan SiPongi+.

Cara Memantau Data Karhutla di SiPongi+

SiPongi+ menyediakan informasi mengenai hotspot dan perkembangan penanganan Karhutla. Sistem tersebut membantu masyarakat melihat kondisi berdasarkan wilayah dan periode tertentu.

Untuk mengakses data terbaru, masyarakat dapat membuka situs resmi Kementerian Kehutanan. Pengguna juga dapat langsung mengunjungi layanan SiPongi+.

Berikut langkah untuk mengecek data Karhutla:

  1. Buka situs resmi Kehutanan.go.id dan cari banner SiPongi+. Pengguna juga dapat langsung mengakses SiPongi+.
  2. Informasi dan siaran pers terbaru tersedia pada halaman utama situs Kementerian Kehutanan.
  3. Untuk melihat perkembangan Karhutla, buka halaman utama SiPongi+ yang memuat rangkuman data terbaru.
  4. Pilih menu Peta Hotspot untuk melihat titik panas berdasarkan lokasi dan data pendukung.
  5. Gunakan menu Sebaran Titik Panas untuk memperoleh informasi yang lebih terperinci.
  6. Sesuaikan periode, provinsi, satelit, serta tingkat kepercayaan sesuai kebutuhan pemantauan.
Kenali Tingkat Kepercayaan Hotspot

SiPongi+ menggunakan tingkat kepercayaan atau confidence level untuk menunjukkan indikasi hotspot. Sistem tersebut membaginya dalam tiga kategori.

Hijau atau low (0–29 persen) menunjukkan indikasi dengan tingkat kepercayaan rendah.

Kuning atau medium (30–79 persen) menunjukkan tingkat kepercayaan sedang dan membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Merah atau high (80–100 persen) menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi sehingga perlu mendapat perhatian lebih.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa hotspot bukan berarti secara otomatis menunjukkan lokasi kebakaran.

Baca Juga :  Kabut Asap Mulai Ganggu Sumbar, 19 Hotspot Terdeteksi di Lima Kabupaten
Hotspot Perlu Verifikasi di Lapangan

Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit.

Satu peristiwa kebakaran juga dapat menghasilkan beberapa titik hotspot. Karena itu, petugas tetap perlu melakukan groundcheck untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Selain data satelit, Kemenhut bersama instansi terkait memantau berbagai faktor pendukung. Pemantauan mencakup kondisi kebakaran, curah hujan, kualitas udara, sebaran asap, cuaca, hingga jarak pandang.

Data tersebut membantu pemerintah menentukan prioritas pengerahan personel. Informasi yang sama juga menjadi dasar untuk menjalankan operasi darat dan udara serta mengambil langkah perlindungan masyarakat.

Masyarakat Diminta Waspadai Dampak Asap

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan menggunakan api.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap juga perlu mengikuti informasi resmi terkait kualitas udara, cuaca, dan jarak pandang. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya menyesuaikan kondisi lingkungan.

Selain itu, masyarakat dapat membantu penanganan Karhutla dengan melaporkan keberadaan asap, titik api, atau indikasi kebakaran kepada petugas.

Laporan dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

Dengan laporan lebih awal, petugas dapat segera melakukan pengecekan dan menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan. (*)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB