Javanusa.com—Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (30/5/2026) diprakirakan cukup bersahabat untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Dari tujuh kota yang menjadi lokasi pemantauan, dua daerah berpotensi menikmati cuaca cerah, sementara lima kota lainnya berada dalam kondisi berawan.
Berdasarkan prakiraan cuaca, Kota Sawahlunto dan Kota Pariaman berpotensi mengalami cuaca cerah sepanjang hari. Sementara itu, Kota Padang, Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, dan Payakumbuh diperkirakan berada di bawah tutupan awan dengan intensitas yang bervariasi.
Sawahlunto dan Pariaman Diprakirakan Cerah
Kota Sawahlunto menjadi wilayah dengan suhu maksimum tertinggi di antara kota-kota yang dipantau. Suhu udara di daerah tersebut diperkirakan berkisar antara 22 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban 55–95 persen. Kondisi cuaca cerah berpotensi mendominasi sepanjang hari.
Selain Sawahlunto, Kota Pariaman juga diprediksi mengalami cuaca cerah. Suhu udara di kota pesisir tersebut diperkirakan berada pada rentang 25–30 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban 69–97 persen.
Lima Kota Berpotensi Berawan
Di Kota Padang, suhu udara diperkirakan berkisar antara 21 hingga 28 derajat Celsius. Tingkat kelembaban udara berada pada rentang 69–93 persen.
Selanjutnya, Kota Solok diprediksi memiliki suhu udara 20–28 derajat Celsius dengan kelembaban antara 61–97 persen.
Kota Padang Panjang diperkirakan mencatat suhu udara 19–26 derajat Celsius. Adapun tingkat kelembabannya mencapai 69–98 persen.
Sementara itu, Kota Bukittinggi diprediksi menjadi daerah dengan suhu paling sejuk. Suhu udara di kota wisata tersebut berada pada kisaran 17–25 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban 65–99 persen.
Untuk Kota Payakumbuh, suhu udara diperkirakan berkisar antara 20 hingga 29 derajat Celsius. Tingkat kelembaban udara di wilayah tersebut berada pada rentang 61–97 persen.
Masyarakat Diminta Tetap Memantau Perkembangan Cuaca
Secara umum, kondisi cuaca di Sumbar pada akhir pekan ini diperkirakan cukup mendukung berbagai aktivitas masyarakat, baik di luar maupun di dalam ruangan. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memantau pembaruan informasi cuaca sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kondisi atmosfer.
Prakiraan cuaca tersebut menggunakan teknologi pemodelan cuaca berbasis komputer atau Numerical Weather Prediction (NWP). Namun, berbagai faktor meteorologis yang bersifat dinamis dapat memengaruhi kondisi di lapangan sehingga cuaca aktual berpotensi berbeda dari hasil prakiraan yang telah diterbitkan. (*/red)






