Pessel, Javanusa—Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Dani Sopian mengimbau para perantau yang akan pulang kampung pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan mudik ke daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Dani Sopian saat dihubungi Rabu (18/3/2026) dan menegaskan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama bagi seluruh pemudik yang hendak kembali ke kampung halaman.
Ia mengatakan, para perantau diharapkan mempersiapkan perjalanan dengan matang, termasuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.
“Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan diri jika lelah di perjalanan, sebaiknya beristirahat di tempat yang aman,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar pemudik selalu memperhatikan kondisi cuaca dan situasi geografis pada wilayah yang di lalui, serta juga kondisi Pesisir Selatan yang dikenal memiliki sejumlah titik rawan bencana.
Ia juga menjelaskan Pesisir Selatan memiliki karakteristik wilayah yang rentan terhadap bencana seperti longsor, banjir, serta gelombang tinggi di kawasan pesisir, terutama saat cuaca ekstrem.
Dari itu, para pemudik harus terus memantau informasi dari instansi terkait, seperti BMKG dan pemerintah daerah, guna mengantisipasi potensi risiko selama perjalanan.
“Jika terjadi cuaca buruk, sebaiknya tunda perjalanan atau cari jalur alternatif yang lebih aman,” ingatnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak hanya fokus pada perjalanan, tetapi juga memastikan kondisi rumah yang ditinggalkan dalam keadaan aman.
Dani menyarankan agar warga memeriksa instalasi listrik, mematikan peralatan yang tidak diperlukan, serta memastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik.
“Titipkan rumah kepada tetangga atau aparat setempat agar dapat dipantau selama ditinggalkan,” ujarnya.
Selain untuk mencegah tindak kriminal, langkah tersebut juga penting untuk menghindari risiko kebakaran yang kerap terjadi akibat kelalaian saat rumah kosong.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas sosial di lingkungan masyarakat, terutama menjelang dan saat perayaan Idul Fitri.
Ia mengajak masyarakat untuk saling peduli dan membantu, baik kepada sesama pemudik maupun warga yang tetap berada di kampung halaman.
“Momentum Lebaran harus menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan,” katanya.
Lebih lanjut, ia turut mengimbau masyarakat agar merayakan Idul Fitri secara sederhana dan tidak berlebihan, mengingat kondisi ekonomi global dan nasional yang masih penuh tantangan.
Menurutnya, sikap bijak dalam mengelola keuangan sangat penting agar tidak menimbulkan beban ekonomi setelah perayaan Lebaran.
Ia menekankan makna Idul Fitri bukan terletak pada kemewahan, melainkan pada nilai kebersamaan, keikhlasan, dan saling memaafkan.
“Rayakan Lebaran dengan sederhana, yang penting adalah kebersamaan dengan keluarga dan menjaga hubungan baik dengan sesama,” tuturnya.
Dani berharap, dengan meningkatkan kewaspadaan, kepedulian, serta kesadaran bersama, pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan penuh makna bagi seluruh masyarakat Pesisir Selatan. (yoniks)






