Data Desil Tak Sesuai, Masyarakat Bisa Ajukan Pemutakhiran Data Bansos

Penulis -

Kamis, 3 September 2026 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Foto: Kemensos)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Foto: Kemensos)

Jakarta, Javanusa—Masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial kini dapat mengajukan pemutakhiran kepada pemerintah.

Langkah ini mencakup warga yang seharusnya menerima bantuan tetapi tidak masuk data maupun mereka yang dinilai tidak lagi memenuhi kriteria.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah membuka berbagai saluran untuk menerima laporan tersebut. Pemerintah akan menindaklanjuti temuan masyarakat berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan.

“Jadi kami mohon masyarakat ya, kalau misalnya menemukan penerima manfaat atau masyarakat yang tidak layak menerima atau masyarakat yang memang sesungguhnya layak menerima tapi malah dia exclude, itu bisa kita perbaiki segera,” kata Gus Ipul.

Pernyataan itu disampaikan seusai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026) malam.

Pemutakhiran Data Bisa Dilakukan Lewat Berbagai Saluran

Gus Ipul menjelaskan, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui jalur formal maupun partisipatif. Jalur formal dimulai dari musyawarah tingkat RT/RW, kemudian berlanjut ke kelurahan atau desa.

Selanjutnya, data tersebut diteruskan kepada Dinas Sosial melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

Masyarakat juga dapat menggunakan sejumlah saluran digital. Pemerintah menyediakan aplikasi Cek Bansos, Call Center, WhatsApp Center, hingga Command Center.

“Salurannya kita buka lewat WA, kita buka lewat Command Center, kita buka lewat aplikasi Cek Bansos, kita buka lewat desa-desa dengan aplikasi SIKS-NG, di sana ada operator data desa, dan sekarang ada sekali lagi digitalisasi Bansos,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, keterbukaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas data. Masyarakat juga mendapat ruang untuk ikut mengoreksi data berdasarkan kondisi sebenarnya.

“Jadi kalau ada keluhan, setiap ada fakta-fakta yang ada di lapangan, kita segera tindaklanjuti, kita segera mutakhirkan,” katanya.

Baca Juga :  Pj Wako Padang: Anak-Anak Harus Senang ke Sekolah
Data Sosial Ekonomi Bersifat Dinamis

Gus Ipul mengapresiasi masyarakat yang aktif menyampaikan keluhan dan ikut dalam proses pemutakhiran data. Menurut dia, partisipasi publik dapat membantu pemerintah menghasilkan data yang semakin akurat.

“Jadi itu tentu kita apresiasi dan kita buka untuk dilakukan pemutakhiran, Insya Allah data kita akan makin akurat,” kata Gus Ipul.

Ia menilai pemutakhiran menjadi kebutuhan penting karena kondisi sosial ekonomi masyarakat terus berubah. Setiap hari terdapat warga yang meninggal, lahir, pindah tempat tinggal, menikah, hingga mengalami perubahan kondisi ekonomi.

Perubahan tersebut membuat posisi seseorang dalam data sosial ekonomi juga dapat berubah. Karena itu, pemerintah perlu memperbarui data secara berkala agar kebijakan bantuan tetap sesuai sasaran.

“Ini (pemutakhiran) penting, karena data menjadi penentu apakah program kita tepat sasaran, program kita sampai kepada mereka yang berhak,” jelasnya.

BPS Kelola Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Sebagai informasi, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah turut membantu proses pemutakhiran melalui berbagai saluran yang tersedia.

Gus Ipul mengatakan pengelolaan data secara terpusat membantu pemerintah melakukan konsolidasi. Pada saat yang sama, pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan informasi dari lapangan.

“Prinsip yang pertama bahwa pemerintah ingin terbuka. Pemerintah dibawah arahan Bapak Presiden Prabowo ingin melibatkan seluruh masyarakat agar kita memperoleh data yang akurat. Nah dengan adanya pengelola tunggal data ini, yaitu BPS, ini memudahkan kita untuk konsolidasi,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru