Jakarta, Javanusa—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung pelaksanaan Geopark Run Series 2026–2027 sebagai penguatan pariwisata berkualitas.
Program ini dinilai mampu meningkatkan daya tarik geopark Indonesia. Selain itu, kegiatan ini mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan apresiasi kepada Gamatera dan Beyond Run sebagai inisiator kegiatan. Ia menilai kolaborasi lintas sektor ini memperkuat wisata minat khusus di Indonesia.
“Geopark Run Series menghadirkan konsep yang mengintegrasikan olahraga lari, promosi destinasi geopark Indonesia, serta pemberdayaan masyarakat sekitar dengan semangat inklusivitas dan keberlanjutan. Ini adalah langkah nyata dalam memperkuat pengembangan sports tourism di Indonesia,” kata Widiyanti Putri Wardhana dalam Press Conference & Launching Geopark Run Series di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Sports Tourism Jadi Pilar Pariwisata Nasional
Menteri Pariwisata menegaskan sports tourism menjadi pilar penting pariwisata berkualitas. Pemerintah terus mengembangkan sektor ini secara serius.
Berdasarkan data UN Tourism, sports tourism menyumbang sekitar 10 persen belanja wisata global pada 2023. Angka ini diproyeksikan tumbuh menjadi 17,5 persen pada periode 2023–2030.
Selain itu, tren wisata global juga memperkuat potensi sektor ini. Survei Expedia menunjukkan 44 persen wisatawan rela bepergian ke luar negeri untuk event olahraga favorit. Wisatawan olahraga juga termasuk kategori high spenders dengan rata-rata pengeluaran 1.500 dolar AS atau sekitar Rp24 juta per kunjungan.
“Dampaknya tidak hanya mendorong pergerakan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal mulai dari sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga pengusaha UMKM di sekitar destinasi,” kata Menteri Pariwisata.
Empat Geopark Jadi Tuan Rumah Series 2026–2027
Geopark Run Series 2026–2027 akan digelar di empat kawasan geopark unggulan Indonesia. Lokasi tersebut meliputi Geopark Ijen, Minang, Ciletuh, dan Belitong.
Pemilihan lokasi ini bertujuan memperkuat eksistensi geopark. Selain itu, langkah ini mendukung status UNESCO Global Geoparks secara berkelanjutan.
Informasi pendaftaran peserta dan jadwal tersedia di https://geoparkrun.com/ serta Instagram @geoparkrunseries.
Rangkaian dimulai dari Ijen Geopark Run pada 23 Agustus 2026 di Kawasan Ijen Geopark dan Kota Banyuwangi, Jawa Timur. Selanjutnya Minangkabau Geopark Run berlangsung pada 25 Oktober 2026 di Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatra Barat.
Kemudian Ciletuh Geopark Run digelar pada 17 Januari 2027 di Pantai Palangpang, Sukabumi, Jawa Barat. Sementara Belitong Geopark Run dijadwalkan pada 18 April 2027 di Pantai Tanjung Kalayang, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Penyelenggara menargetkan hingga 10.000 peserta dalam rangkaian event tersebut.
Geopark Run Dorong Ekonomi Lokal dan Inklusivitas
Ketua Pelaksana Geopark Run Series, Ihsan Ramadhi Putra, menegaskan event ini bukan sekadar olahraga. Ia menyebut kegiatan ini sebagai gerakan sport tourism berkelanjutan.
“Geopark Run hadir bukan sekadar event lari. Ini adalah gerakan bersama untuk membawa orang datang melihat, merasakan, dan akhirnya ikut menghidupkan ekonomi lokal,” kata Ihsan.
Dukungan Daerah untuk Penguatan Destinasi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyampaikan apresiasi atas penunjukan Ijen sebagai pembuka rangkaian. Pemerintah daerah menargetkan lebih dari 2.000 peserta. Selain itu, masyarakat lokal akan dilibatkan secara aktif.
“Semoga dengan dipilihnya Banyuwangi dalam rangkaian Geopark Run Series ini nanti bisa mempromosikan geopark-geopark yang ada di Indonesia ke kancah internasional,” kata Ipuk.
Wakil Bupati Sukabumi Andreas berharap event ini berkelanjutan. Ia menilai kegiatan ini dapat memperkuat citra positif daerah.
“Kami berharap Geopark Run ini bisa membangkitkan ekonomi sekaligus mengenalkan Sukabumi jauh lebih baik lagi. Jangan sampai ada citra Sukabumi itu bencana, padahal Sukabumi memiliki alam yang indah dan menjadi daya tarik bagi pariwisata,” kata Andreas.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis menyebut Minang Geopark Run telah digelar tujuh kali sejak 2018. Event ini memanfaatkan Jam Gadang dan Ngarai Sianok sebagai ikon utama.
Ia menegaskan kegiatan ini meningkatkan okupansi hotel serta menggerakkan UMKM dan sektor kuliner.
“Event ini konsisten menghadirkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas lari, pelaku pariwisata, dan masyarakat lokal dalam mendukung pengembangan ekosistem sports tourism yang berkelanjutan,” kata Ibnu.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Belitung Marzuki menilai Geopark Run Series menjadi momentum promosi terpadu.
“Semakin banyak event berkualitas, akan semakin kuat posisi Belitung sebagai destinasi sports tourism yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional,” kata Marzuki.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Reza Pahlevi, Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Strategi Media Apni Jaya Putra, serta pejabat Kementerian Pariwisata lainnya. Hadir juga Anggota DPD RI Irman Gusman serta Founder Geopark Run Series Tri Saputra. (*/red)






