Padang, Javanusa—Produksi padi di Kota Padang, Sumatera Barat, mengalami penurunan signifikan dalam delapan bulan pertama tahun 2024.
Data Dinas Pertanian Kota Padang menunjukkan produksi padi periode Januari-Agustus 2024 hanya mencapai 31.320 ton, turun dari 38.621 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, memaparkan berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi padi.
Baca Juga: 4.200 Lahan Pertanian Terancam Kekeringan, Ini Imbauan Pemko kepada Petani
“Kami berusaha meminimalisir permasalahan demi meningkatkan produksi padi. Sejauh ini, produktivitas padi di Kota Padang masih di angka 5,2 ton per hektare,” ujarnya, Selasa (10/9/2024).
Adapun beberapa langkah strategis yang diambil Dinas Pertanian Kota Padang:
1. Penyaluran Mesin Pompa Air
Dinas telah menyalurkan 9 unit mesin pompa air ke beberapa lokasi. Terutama di Kecamatan Bungus Teluk Kabung yang memiliki banyak sawah tadah hujan.
“Bantuan ini memungkinkan petani mengambil air dari sungai untuk dialirkan ke sawah, mengurangi ketergantungan pada curah hujan,” jelasnya.
Ia menambahkan, 10 unit tambahan akan disalurkan hingga akhir tahun 2024.
2. Program MANTAP (Mandiri Benih Tanaman Pangan)
Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI, Dinas menyalurkan benih pokok kepada tiga kelompok penangkar benih di Koto Tangah, Pauh, dan Bungus Teluk Kabung, masing-masing seluas 5 hektare.
“Benih berlabel ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi,” terangnya.
3. Pengendalian Hama dan Penyakit
Dinas melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada kelompok tani yang tanamannya menunjukkan indikasi serangan hama.
4. Perbaikan Infrastruktur
Bantuan perbaikan Jaringan Irigasi Tersier diberikan kepada dua kelompok tani di Pauh dan Kuranji untuk meningkatkan efisiensi pengairan.
5. Peningkatan Kapasitas Petani
Melalui 33 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Dinas secara rutin meningkatkan pengetahuan kelompok tani. Termasuk edukasi tentang pengelolaan jerami untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
6. Inovasi Bersawah Pokok Murah
Di Kecamatan Kuranji, Dinas menerapkan demonstrasi plot (demplot) Bersawah Pokok Murah untuk mengurangi biaya produksi.
“Metode ini menghemat penggunaan pupuk anorganik dan biaya pengolahan lahan,” ungkapnya.
Tantangan utama yang dihadapi adalah berkurangnya luas lahan sawah akibat alih fungsi.
Data dari Kementerian ATR/BPN menunjukkan luas sawah di Kota Padang saat ini 4.341 hektare, dengan target Luas Sawah Dilindungi (LSD) hingga 2030 sekitar 2.400 hektare.
Ia menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan produktivitas padi guna mencapai target produksi yang ditetapkan, meskipun menghadapi berbagai tantangan. (*/jn01)






