Padang, Javanusa—Tiga petak rumah warga di Jalan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, ludes dilalap api pada Sabtu pagi (1/8/2026).
Kebakaran ini terjadi saat seluruh penghuni rumah tengah mengantar jenazah orang tua salah satu warga ke pemakaman. Sehingga tak seorang pun berada di dalam rumah ketika api mulai membesar.
Kepala Seksi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Sutopo, mengungkapkan laporan kejadian masuk ke pihaknya pukul 08.08 WIB.
Dua menit kemudian, unit pemadam kebakaran dari Pos 1 Kuranji langsung bergerak menuju lokasi.
Jarak sejauh 3,4 kilometer itu berhasil ditempuh petugas dalam waktu delapan menit. Api yang sempat membesar akhirnya berhasil dijinakkan pada pukul 09.12 WIB.
“Kami menerima laporan pukul 08.08 WIB, dan unit langsung kami berangkatkan dua menit setelahnya. Butuh waktu sekitar delapan menit bagi tim untuk tiba di lokasi,” ujar Sutopo.
Akses Sempit dan Tenda Hajatan Hambat Petugas
Kobaran api pertama kali terlihat oleh saksi mata di rumah warga yang berdiri di tengah persawahan Binuang Kampung Dalam. Rumah tersebut dalam kondisi kosong karena penghuninya sedang melayat.
Petugas pemadam menghadapi tantangan berat begitu tiba di lokasi. Jalan menuju titik api tidak bisa dilalui armada damkar lantaran tertutup tenda hajatan atau baralek serta timbunan sedimen tanah.
Kondisi inilah yang membuat proses evakuasi dan pemadaman berjalan lebih rumit dari biasanya. Saksi yang menyadari situasi darurat itu segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.
“Kondisi di lapangan cukup menyulitkan petugas kami. Selain lokasinya berada di tengah sawah, akses jalan juga sempit dan tertutup oleh tenda acara serta sedimen tanah, sehingga armada tidak bisa langsung masuk ke titik api,” kata Sutopo.
Penyebab pasti kebakaran hingga kini masih didalami pihak berwenang.
Kerugian Ditaksir Rp200 Juta, Nihil Korban Jiwa
Tiga petak rumah dengan luas masing-masing sekitar 4×7 meter persegi hangus terbakar dalam peristiwa ini. Sebanyak tiga kepala keluarga atau 12 jiwa terdampak langsung akibat kejadian tersebut.
Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh penghuni selamat karena tengah berada di luar rumah saat kebakaran berlangsung.
Kerugian material dari tiga rumah yang terbakar ditaksir mencapai Rp200 juta. Satu bangunan lain seluas sekitar 20×10 meter persegi sempat terancam api, namun berhasil diselamatkan petugas dengan nilai aset sekitar Rp70 juta.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Seluruh penghuni rumah yang terbakar sedang berada di luar rumah untuk mengantar jenazah ke pemakaman. Namun secara material, kerugian yang dialami warga ditaksir mencapai Rp200 juta,” ujar Sutopo.
Tiga rumah yang terbakar mengalami kerusakan berat. Tidak ditemukan bangunan lain dengan kerusakan ringan akibat insiden ini.
Data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang menyebutkan tiga rumah yang terbakar merupakan milik Redmidawati (40), Iyul (40), dan Permawelis (40). Ketiganya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Sementara itu, laporan awal kejadian ini disampaikan oleh Syafril (51), Ketua RT setempat yang berprofesi sebagai buruh harian lepas.
Lima Unit Armada dan 65 Personel Dikerahkan
Menghadapi medan yang sulit, Dinas Damkar Padang mengerahkan lima unit armada bersama 65 personel gabungan untuk menangani kebakaran ini.
“Kami menurunkan lima unit armada dan 65 personel untuk menangani kebakaran ini, mengingat medan yang cukup menantang di lapangan,” ujar Sutopo.
Petugas kelurahan turut turun tangan membantu koordinasi dengan warga di lokasi kejadian. Berkat respons cepat tim gabungan, api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam sejak petugas tiba, sehingga kobaran tidak menjalar ke bangunan sekitarnya.
Pihaknya mengimbau warga untuk waspada terhadap risiko kebakaran, terutama di musim kemarau. Masyarakat juga diminta memastikan akses jalan lingkungan tetap terbuka agar tidak menghambat mobilitas kendaraan pemadam saat kondisi darurat terjadi. (*)






