Dorong Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nagari, Risnaldi Ibrahim Tebar 10 Ribu Benih Ikan Gariang di Sungai Gayo Lumpo

Penulis -

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim bersama Kabid PRL-PSDKP Dinas DKP Sumbar, Marwan dan Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, Yusma Joyo, serta Kepala Badan Kesbangpol, Marzan saat melepas bibit ikan gariang di Lubuak Kasai, Nagari Sungai Gayo lumpo. (Foto: Dok. Yoniks)

Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim bersama Kabid PRL-PSDKP Dinas DKP Sumbar, Marwan dan Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, Yusma Joyo, serta Kepala Badan Kesbangpol, Marzan saat melepas bibit ikan gariang di Lubuak Kasai, Nagari Sungai Gayo lumpo. (Foto: Dok. Yoniks)

Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan penebaran 10 ribu benih ikan gariang di empat titik lubuk larangan di Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Rabu (29/7).

Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk pemulihan ekosistem perairan umum sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim menyampaikan program restocking tersebut merupakan peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan nagari.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari pemerintah provinsi, dan saat ini belum tersedia dalam anggaran daerah, sehingga harus dimanfaatkan secara optimal.

“Ini adalah nilai tambah bagi masyarakat. Kita minta pengelolaannya dibuat dalam bentuk peraturan nagari agar jelas arah dan manfaatnya” ujarnya.

Ia juga berpesan agar hasil pengelolaan ke depan dapat menjadi sumber pendapatan nagari sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) seperti Pokmaswas Lubuak Kasai Indah akan menjadi ujung tombak dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.

Dari itu Ia berharap keberadaan bantuan itu menjadi berkah yang harus dijaga, dikembangkan, dan diperkuat perannya dalam pengawasan sumber daya perikanan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah nagari dengan masyarakat, serta Pokmaswas dalam menjaga keberlanjutan program tersebut, dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penangkapan ikan secara sembarangan dan tetap mematuhi aturan yang telah disepakati.

“Pengawasan harus dilakukan bersama. Jika ini berhasil, maka manfaatnya akan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Risnaldi juga mendorong pengembangan hilirisasi produk perikanan, salah satunya melalui pengolahan kulit ikan gariang menjadi produk bernilai tambah seperti keripik kulit ikan krispy.

Ia mencontohkan, di beberapa daerah di Sumatera Barat dan Jawa Barat, olahan kulit ikan telah berhasil menjadi produk UMKM yang memiliki nilai jual tinggi. Oleh karena itu, pihaknya akan mendorong pengusulan anggaran untuk mendukung sarana dan prasarana pengembangan usaha tersebut.

Baca Juga :  Penumpang KA Pariaman Ekspres Tembus 6.082 Orang Saat Hari Asyura, Festival Tabuik 2026 Dongkrak Lonjakan hingga 103 Persen  

Menurutnya, langkah ini penting untuk meningkatkan ekonomi masyarakat ke depan. Dengan potensi 17 aliran sungai yang dimiliki Pesisir Selatan, pengelolaan sumber daya perairan harus dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.

“Potensi sungai kita sangat besar. Jika dikelola dengan baik melalui restocking, pengawasan, dan pengembangan usaha, maka ini akan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Ruang Laut (PRL) dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP), Marwan menjelaskan bahwa kegiatan restocking merupakan program rutin tahunan yang didanai melalui APBD Provinsi Sumatera Barat.

Ia menyebutkan, selain Pesisir Selatan, terdapat empat kabupaten lain yang juga menerima bantuan serupa pada tahun 2026, meskipun sebagian daerah lain memperoleh dukungan melalui pokok pikiran anggota DPRD provinsi.

“Untuk Pesisir Selatan, ini merupakan dana murni dari provinsi. Ini tidak lepas dari komunikasi yang baik serta potensi perairan yang dimiliki daerah ini, khususnya di Nagari Sungai Gayo Lumpo,” jelasnya.

Marwan menambahkan penebaran benih ikan bertujuan mengantisipasi penurunan populasi ikan di sungai akibat meningkatnya aktivitas dan jumlah penduduk.

Dengan restocking, populasi ikan diharapkan kembali berkembang sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Dari itu ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan melalui Pokmaswas.

“Kami berharap masyarakat bersama Pokmaswas dapat menjaga ikan ini sampai masa panen, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan bersama,” katanya.

Ia juga menilai program ini tidak hanya berdampak pada sektor perikanan, tetapi juga memberikan nilai tambah terhadap pelestarian lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada dukungan regulasi di tingkat nagari. Oleh karena itu, pemerintah nagari didorong untuk menyusun aturan yang memperkuat legalitas dan kewenangan Pokmaswas dalam melakukan pengawasan.

Baca Juga :  Lahan Tidur Kembali Produktif, Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Brigade Pangan

Wali Nagari Sungai Gayo Lumpo, Nofinol Edi, menyampaikan terima kasih atas bantuan benih ikan gariang yang diberikan oleh pemerintah provinsi tersebut.

Bantuan itu akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

“Kami berharap program ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak pada peningkatan gizi masyarakat dan membantu menurunkan angka stunting di nagari kami,” ujarnya.

Ia menambahkan keberadaan lubuk larangan seperti di Lubuak Kasai Indah, di Kampung Koto, serta tiga titik lainnya akan menjadi pusat pengelolaan bersama masyarakat.

“Hasil panen ini nantinya akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, baik sebagai sumber pangan maupun penguatan ekonomi lokal di nagari ini,” jelasnya. (yoniks)

Berita Terkait

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027
Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru