Dorong Ekonomi Komunitas Hobi, Mendag Busan Ungkap Potensi Rp2 Triliun di Lomba Burung dan UMKM

Penulis -

Senin, 4 Mei 2026 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” di lapangan parkir kantor Kementerian Perdagangan, Minggu (3/5). (Foto: Kemendag)

Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” di lapangan parkir kantor Kementerian Perdagangan, Minggu (3/5). (Foto: Kemendag)

Jakarta, Javanusa—Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong pertumbuhan ekonomi melalui efek berganda dari aktivitas komunitas hobi.

Ia menilai segmen komunitas hobi yang bersifat niche menyimpan potensi ekonomi yang besar. Aktivitas hobi yang terus berkembang dapat menciptakan nilai ekonomi baru, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menteri yang akrab disapa Mendag Busan menyampaikan hal tersebut saat membuka “Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” pada Minggu (3/5) di lapangan parkir kantor Kementerian Perdagangan.

Komunitas Burung Kicau Kemendag (Kemendag Bird Club) bersama Pelestari Burung Indonesia (PBI) menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Efek Berganda dari Ekosistem Burung Kicau

Mendag Busan menjelaskan, peningkatan aktivitas lomba burung berkicau akan menggerakkan berbagai sektor ekonomi secara bersamaan.

Peternak burung, perajin sangkar, produsen pakan, hingga peternak jangkrik akan ikut berkembang. Para pedagang burung juga berpotensi meningkatkan pendapatan seiring tingginya minat masyarakat.

Ia menegaskan pemerintah mendorong peningkatan nilai ekonomi dari berbagai komunitas hobi, termasuk komunitas burung kicau. Menurutnya, aktivitas tersebut mampu menciptakan rantai ekonomi yang luas dan berkelanjutan.

Dorong Pelestarian melalui Burung Ternak

Mendag Busan juga menekankan burung yang dilombakan berasal dari hasil penangkaran, bukan dari alam liar. Ia mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik tersebut. Dengan demikian, kegiatan hobi tetap berjalan tanpa merusak ekosistem.

Nilai ekonomi dari perdagangan burung hias dan ekosistemnya terus menunjukkan tren positif. Di dalam negeri, perputaran ekonomi dari sektor ini mencapai Rp1,7 hingga Rp2 triliun per tahun.

Aktivitas ekonomi tersebut mencakup penangkaran, produksi pakan, suplemen, aksesori, jasa pelatihan, hingga perawatan.

Sementara itu, nilai ekspor burung hias pada 2025 mencapai sekitar Rp12,5 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 237,5 persen dibandingkan tahun 2024. Kenaikan ini menunjukkan permintaan burung hias asal Indonesia terus berkembang di pasar global.

Baca Juga :  Realisasi Belanja Negara hingga 31 Agustus 2025 Sebesar Rp 1.960,3 T
UMKM Ikut Tumbuh dalam Festival

Selain membuka lomba, Mendag Busan meninjau langsung tenda-tenda UMKM yang berpartisipasi dalam festival. Para pelaku usaha kuliner menawarkan berbagai makanan, termasuk hidangan khas daerah dan minuman segar.

Di sisi lain, tersedia juga produk pendukung bagi pencinta burung seperti kandang dan pakan berkualitas. Kehadiran produk tersebut memperkuat keterkaitan antara komunitas hobi dan pertumbuhan UMKM.

Komunitas Dorong Pelestarian dan Promosi Produk

Ketua Umum PBI Pusat, Bagiya Rahmadi, menjelaskan bahwa aktivitas komunitas burung kicau tidak hanya berfokus pada jual beli dan kompetisi. PBI juga aktif dalam pelestarian dengan membina para penangkar burung di berbagai daerah.

Ia menilai lomba burung dapat menjadi sarana memperkenalkan produk hasil penangkaran kepada masyarakat luas. Selain itu, kegiatan tersebut juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang berlipat.

Antusiasme Peserta Lomba

Salah satu peserta, Ismanto, mengikuti lomba dengan membawa murai batu medan miliknya. Ia memilih jenis burung tersebut karena memiliki variasi suara yang beragam dan durasi kicauan yang panjang. Burung itu juga mampu menirukan suara burung lain dengan baik.

Ismanto mengapresiasi penyelenggaraan lomba karena dapat memperkenalkan hobi ini kepada masyarakat luas. Ia menilai kegiatan tersebut akan mendorong peningkatan nilai ekonomi, termasuk bagi pelaku UMKM. Menurutnya, masyarakat juga dapat mengenal berbagai produk lokal seperti kandang burung dari Jepara dan Solo. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB