Makky menjelaskan sensor ini menggunakan teknologi canggih untuk mendeteksi tingkat kematangan sawit.
“Sensor ini dapat mengukur parameter seperti suhu, kelembaban, rendemen minyak, dan tingkat keasaman pada buah sawit yang juga dilengkapi dengan algoritma kecerdasan buatan untuk menganalisis data yang diperoleh dari pengukuran,” terangnya.
Algoritma ini akan memberikan hasil yang akurat dan dapat dipercaya dalam menentukan tingkat kematangan buah sawit.
“Petani atau pengguna sensor buah sawit dapat mengakses hasil pengukuran melalui aplikasi yang terhubung dengan internet,” ujarnya.
Baca Juga : Wako Hendri Septa Minta Lurah Berkepala Dingin dan Ceria dalam Melayani Masyarakat
Sensor sawit ini, dikatakannya juga dapat memantau kondisi kebun sawit secara keseluruhan serta merekomendasi waktu panen yang tepat.
“Sensor kematangan sawit versi ke 4 ini dapat dihubungkan dengan smartphone. Perangkat handphone akan menunjukkan tingkat kematangan sawit, traceability, hingga kapan sawit siap panen,” sebut Makky.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






